KATA PENGANTAR
Segala
puji kami panjatkan kehadit Allah SWT, sebab atas berkat dan hidayah Nya tugas
ini dapat tersusun.
Dalam makalah ini terdapat materi mengenai Pengantar Sistem
Informasi Manajemen. Harapan kami semoga makalah ini dapat membantu menambah
pengetahuan.
Pengantar Sistem Informasi Manajemen
sangat diperlukan, sebagai mahasiswa komputerisasi akuntansi, makalah ini dapat berguna untuk mempelajari dan memahami lebih
dalam materi pengantar sistem informasi manajemen.
Untuk itu kami mengucapkan
terimakasih kepada dosen yang telah membimbing. Mohon maaf apabila dalam
pembuatan makalah ini terdapat kesalahan dan kekurangan. Saran dan masukan yang
membangun akan kami terima sebagai bahan koreksi. Semoga makalah ini dapat
berguna dan bermanfaat.
Sukabumi,
30 Desember 2015
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR……………………………………………………………….…….….i
DAFTAR ISI………………………………………………………………….…………….…ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG…………………….……………………………….….….………..1
1.2
TUJUAN PEMBAHASAN……………………………………..……………..……….….2
BAB II PEMBAHASAN…………………………………………….………….…....…….…3
BAB III PENUTUP
3.1 KESIMPULAN…………………………………………..………………….….…….…..20
3.2 SARAN…………………………………….……………………….…………………..…21
3.3 DAFTAR PUSTAKA…………………..…………………...…………….………………22
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Perkembangan komputer dewasa ini
telah mengalami banyak perubahan yang sangat pesat, seiring dengan kebutuhan
manusia yang semakin banyak dan kompleks. Komputer yang pada awalnya hanya
digunakan oleh para akademisi dan militer, kini telah digunakan secara luas di
berbagai bidang, misalnya: Bisnis, Kesehatan, Pendidikan, Psikologi, Permainan
dan sebagainya. Hal ini mendorong para ahli untuk semakin mengembangkan
komputer agar dapat membantu kerja manusia atau bahkan melebihi kemampuan kerja
manusia.
Kecerdasan
buatan atau artificial intelligence merupakan bagian dari ilmu komputer
yang membuat agar mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik
yang dilakukan oleh manusia.
Sistem Pakar (Expert System) adalah
program berbasis pengetahuan yang menyediakan solusi-solusi dengan kualitas
pakar untuk problema-problema dalam suatu domain yang spesifik.
Sistem pakar merupakan program computer
yang meniru proses pemikiran dan pengetahuan pakar dalam menyelesaikan suatu
masalah tertentu.
Implementasi sistem pakar banyak
digunakan dalam bidang psikologi karena sistem pakar dipandang sebagai cara
penyimpanan pengetahuan pakar pada bidang tertentu dalam program komputer
sehingga keputusan dapat diberikan dalam melakukan penalaran secara cerdas.
Salah satu implementasi yang diterapkan
sistem pakar dalam bidang psikologi, yaitu untuk sistem pakar menentukan jenis
gangguan perkembangan pada anak dengan menggunakan metode Certainty Factor
(CF). Sistem pakar pun dapat mendignosa penyakit tanaman padi berbasis web
dengan menggunakan metode forward dan backward chaining.
1.2 TUJUAN PEMBAHASAN
1.
Untuk menyelesaikan salah satu tugas mata kuliah Pengantar Sistem
Informasi Manajemen.
2. Dapat menyelesaikan masalah dan menjawab soal dari
setiap materi dengan menggunakan jurnal rancang bangun aplikasi system pakar
dan sistem pakar dignosa penyakit tanaman
padi berbasis web dengan forward dan backward chaining.
3.
Setelah mengetahui bagaimana cara menyelesaikan soal tersebut, diharapkan
dapat mengerjakan soal-soal dari setiap materi dengan baik.
4. Dengan
mengetahui tentang sistem informasi manajemen (SIM) maka penulis maupun
pembaca dapat menambah wawasan yang menyangkut dunia manajemen.
5. Dapat mengetahui cara kerja dari kedua jurnal
tersebut pada aplikasi sistem pakar.
BAB II
PEMBAHASAN
Soal
Pertemuan 1
Jelaskan
elemen-elemen, pemakai sistem, konsep sistem dan kualitas sistem pada jurnal tersebut?
Jawab
Elemen-Elemen
Sistem
1.
Tujuan
a. Agar
komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para
ahli
b.
Dengan sistem ini, orang awam dapat menyelesaikan masalah tertentu
baik‘sedikit’ rumit ataupun rumit sekalipun ‘tanpa’ bantuan para ahli dalam
bidang tersebut. Sedangkan
bagi para ahli, sistem
ini dapat digunakan sebagai asisten yang berpengalaman.
c. Aplikasi
yang dikembangkan ini bertujuan untuk menentukan jenis gangguan perkembangan
pada anak di bawah umur 10 tahun dengan hanya memperhatikan gejalagejala yang
dialami yaitu dengan menggunakan metode Certanty Factor (CF).
2.
Batasan
Computer, karena computer dapat
menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Atau dengan kata lain sistem pakar adalah
sistem yang didesain dan diimplementasikan dengan bantuan bahasa pemrograman
tertentu untuk dapat menyelesaikan masalah seperti yang dilakukan oleh para
ahli.
3. Control
Controlnya adalah System pakar. Sistem pakar (expert system) secara umum adalah sistem yang berusaha mengadopsi
pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah
seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli.
Sistem Pakar (Expert System) adalah
program berbasis pengetahuan yang menyediakan solusi-solusi dengan kualitas
pakar untuk problema-problema dalam suatu domain yang spesifik.
Sistem pakar merupakan program computer
yang meniru proses pemikiran dan pengetahuan pakar dalam menyelesaikan suatu
masalah tertentu.
4. Input
Masalah gangguan perkembangan pada
anak.
5. Proses
Memperhatikan gejala-gejala yang dialami.
Aplikasi yang dikembangkan ini bertujuan untuk menentukan jenis gangguan
perkembangan pada anak di bawah umur 10 tahun dengan hanya memperhatikan
gejala-gejala yang dialami.
6. Output
Menentukan jenis gangguan perkembangan
pada anak
7.
Pemakai
Pemakainya adalah manusia. Diharapkan
dengan system ini, orang awam dapat menyelesaikan masalah tertentu baik sedikit
rumit atau rumit sekalipun tanpa bantuan para ahli dalam bidang tersebut.
8.
Akurat
Akurat, karena dengan menggunakan metode
certainty factor, didapatkan nilai kemungkinan gangguan yang dialami pasien.
9.
Tepat
Waktu
Tepat waktu, karena saat orang tua tidak
mengetahui mengenai gangguan jenis yang dialami oleh anak mereka, dengan adanya
aplikasi ini dapat membantu orangtua untuk menentukan jenis gangguan yang
dilami oleh sang anak.
10.
Mudah
Dimengerti
Mudah dimengerti, karena bahasa dan
kosakata asing yang ditulis dalam jurnal ini tidak menggunakan kata yang
terlalu sulit dan bahasanya mudah dipahami.
Soal
Pertemuan 2
Menentukan apakah sistem informasi pada
jurnal tersebut sudah komputerisasi /manual. Sebutkan dan jelaskan komponen SI
tersebut?
Jawab
Sudah komputerisasi. Karena sistem pakar secara umum
adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar
komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para
ahli.
Komponen SI nya itu sendiri, pengetahuan manusia
diadopsi ke dalam komputer (hardware) dan membuat aplikasi sistem pakar
(software) yang dapat menentukan jenis gangguan pada anak dibawah 10 tahun
dengan hanya memperhatikan gejala-gejala yang dialami (procedure), sistem ini
dapat membantu orang awam (people) agar mendapatkan nilai kemungkinan gangguan
yang dialami anak (database).
Soal Pertemuan 3
Sebutkan dan jelaskan faktor yang
menjadi bahan pertimbangan perusahaan dalam menerapkan system informasi
tersebut (jurnal)
Jawab
FAKTOR YANG MENJADI
BAHAN PERTIMBANGAN
1.
RELIABILITAS
SISTEM
System
pakar dalam mengidentifikasi suatu gejala dapat melakukan proses secara
berulang. Perhitungan
dengan menggunakan metode ini dalam sekali hitung hanya dapat mengolah dua data
saja sehingga keakuratan data dapat terjaga. Dalam system pakar ini memiliki
realibilitas, karena dalam pengukuran atau ketepatannya dapat di percaya. Tetapi jika user kurang
teliti dalam memilih gejala, maka sistem akan memberikan kesimpulan yang kurang
benar.
2.
KEMUDAHAN
Pemakai tak mengalami banyak kesulitan
untuk mengakses system. Karena yang menjalankan aplikasi system pakar ini
adalah seorang pakar yang mengerti mengenai aplikasi yang dijalankannya.
Seorang pakar mempunyai pengetahuan
tentang masalah yang khusus. Dalam hal ini disebut domain knowledge. Penggunaan kata ‘domain’ untuk memberikan
penekanan pengetahuan pada problem yang spesifik. Pakar menyimpan domain knowledge pada Long Term Memory (LTM) atau ingatan
jangka panjangnya.
Ketika pakar akan memberikan nasihat
atau solusi kepada seseorang, pakar terlebih dahulu menentukan fakta-fakta dan
menyimpannya ke dalam Short Term Memory
(STM) atau ingatan jangka pendek. Kemudian pakar memberikan solusi tentang
masalah tersebut dengan mengkombinasikan fakta-fakta pada STM dengan
pengetahuan LTM. Dengan menggunakan proses ini pakar mendapatkan informasi baru
dan sampai pada kesimpulan masalah.
System pakar dapat memecahkan masalah
menggunakan proses yang sama dengan metode yang digunakan oleh pakar.
3.
KELUWESAN
Aplikasi system pakar ini mampu
menganalisis jenis gangguan yang dialami oleh pasien berdasarkan gejala-gejala
yang dimasukan oleh user . Aplikasi mampu menyimpan representasi pengetahuan
pakar berdasarkan nilai kebenaran MB dan nilai ketidak benaran MD. Aplikasi
system pakar ini sudah dapat menjelaskan definisi jenis gangguan
perkembangan,penyebab dan pengobatannya.
Jadi system pakar ini tidak dapat
diubah, karena telah menggunakan metode-metode dan aplikasi tertentu untuk
dapat menentukan jenis gangguan perkembangan yang dialami oleh anak di bawah
umur 10 tahun.
4.
JADWAL
INSTALASI
Sistem pakar merupakan cabang dari artificial intelegent (AI) yang cukup
tua karena system ini telah mulai dikembangkan pada pertengahan tahun 1960.
System pakar yang muncul pertama kali adalah general-purpose problem solver (GPS) yang dikembangkan oleh newl
dan simon. Sampai saat ini sudah banyak system pakar yang dibuat, seperti
MYCIN, DENDRAL, XCON & XSEL, SOPHIE, Prospector, FOLIO, DELTA, dan
sebagainya. System ini akan bisa dipakai apabila telah ditemukan pasien yang
mengalami gangguan perkembangan pada anak.
5.
HARAPAN
UMUR SISTEM
Sistem pakar itu sendiri mulai
dikembangkan pada pertengahan tahun 1960, sampai sekarang system pakar ini
masih digunakan. Karena belum ditemukannya ancaman untuk system pakar ini,
sehingga system pakar ini belum dapat diperhitungkan sampai berapa lama system
ini digunakan karena perkembangan teknologi.
6.
KEMUDAHAN DIPELIHARA
Sistem
pakar memiliki dokumentasi sistem yang lengkap seperti adanya basis pengetahuan
dan adanya fasilitas penalaran, system pakar dapat memberikan informasi tentang
kesimpulan yang diambil. Serta adanya
control, proses mencari kesalahan dan memperbaiki solusi (debugging), diagnosa
dan lain-lain.
Dalam
sistem pakar, basis pengetahuan berperan
dalam proses mengumpulkan, mengorganisasikan, maupun mendapatkan kembali suatu
pengetahuan. Dalam basis pengetahuan berisi pengetahuan-pengetahuan pakar
berupa fakta-fakta, konsep, aturan dan prosedur. Sistem pakar pun mudah
dipelihara karena adanya data , informasi, serta pengetahuan.
Soal Pertemuan 4
Latihan
Sebutkan Ancaman dan keunggulan sistem informasi pada jurnal tersebut!
Jawab
Keunggulan atau kelebihan
1.
Aplikasi sistem pakar yang dibuat ini mampu menganalisis jenis gangguan
perkembangan yang dialami pasien berdasarkan gejala-gejala yang dimasukkan oleh
user.
2.
Aplikasi mampu menyimpan representasi
pengetahuan pakar berdasarkan nilai kebenaran MB dan nilai ketidakbenaran MD.
3.
Aplikasi system pakar ini sudah dapat menjelaskan definisi jenis
gangguan perkembangan, penyebab, dan pengobatannya.
4.
Aplikasi ini tentunya dapat sangat mempermudah pekerjaan psikolog dalam
menganalisi suatu gangguan.
5.
Aplikasi ini mempermudah bagi orangtua yang memerlukan bantuan tentang
hal-hal yang dialami oleh anak mereka. Terutama bagi orangtua tentang apa yang
dialami oleh anak-anak mereka shingga tidak mengalami keterlambatan dalam
memberikan pengobatan atau terapi.
6.
Metode ini cocok dipakai dalam system pakar untuk mengukur sesuatu
apakah pasti atau tidak pasti dalam mendiagnosis penyakit sebagai salah satu
contohnya.
7.
Perhitungan dengan menggunakan metode ini dalam sekali hitung hanya
dapat mengolah dua data saja sehingga keakuratan data dapat terjaga.
8.
Memungkinkan orang awam bisa mengerjakan pekerjaan para ahli
9.
Bisa melakukan proses secara berulang secara otomatis
10. Menyimpan pengetahuan dan keahlian para pakar
11. Meningkatkan output dan produktivitas
12. Meningkatkan kualitas
13. Mampu mengambil dan melestarikan keahlian
para pakar (terutama yang termasuk keahlian langka).
14. Mampu beroperasi dalam lingkungan yang
berbahaya.
15. Memiliki kemampuan untuk mengakses
pengetahuan.
16. Memiliki reliabilitas.
17. Meningkatkan kapabilitas system computer.
18. Memiliki kemampuan untuk bekerja dengan
informasi yang tidak lengkap dan mengandung ketidakpastian.
19. Sebagai media pelengkap dalam pelatihan.
20. Menigkatkan kapabilitas dalam penyelesaian
masalah.
21. Menghemat waktu dalam pengambilan keputusan.
22. Memberikan respon (jawaban) yang cepat.
23. System pakar dapat digunakan untuk mengakses
basis data dengan cara cerdas.
Ancaman
Untuk
saat ini belum ditemukan ancaman untuk aplikasi system pakar. Karena pada saat
ini manusia masih menggunakan system pakar untuk mengidentifikasi masalah pada
jenis gangguan yang di alami oleh manusia itu sendiri. Selain untuk
mengidentifikasi berbagai jenis gangguan pada manusia dengan menggunakan metode
certainty factor, system ini pun dapat mengidentifikasi jenis gangguan pada
hewan, tumbuhan dan lain-lain. Sehingga manusia belum dapat mendapatkan
aplikasi yang baru untuk menggantikan aplikasi system pakar ini.
System
pakar ini banyak diterapkan dalam berbagai bidang, seperti dalam bidang sains,
pendidikan atau ilmu pengetahuan, bisnis, pertanian, psikologi, eksplorasi
alam, kesehatan. Sehingga dapat memungkinkan orang awam bisa mengerjakan
pekerjaan seperti yang biasa dilakukan para ahli.
Soal Pertemuan 5
Menentukan
dan menjelaskan jenis sistem informasi dilihat dari sisi penerapan IT
Jawab
Jurnal rancang bangun aplikasi system pakar termasuk
dalam kategori E-learning. Karena,
system pakar merupakan salah satu bidang kecerdasan buatan (artificial
inteligence), yaitu sebuah program computer yang dirancang untuk mengambil
keputusan seperti keputusan yang diambil oleh seorang pakar, dimana system
pakar menggunakan pengetahuan (knowledge), fakta, dan teknik berfikir dalam
menyelasaikan masalah-masalah yang biasanya hnya dapat diselesaikan oleh seorang pakar dari bidang yang
bersangkutan.
Dalam pengembangan suatu system pakar, pengetahuan
mungkin saja berasal dari seorang ahli, bahkan pengetahuan dapat berasal dari
berbagai media seperti majalah, buku, jurnal, dan sebagainya. Semakin banyak
pengetahuan yang dimasukan kedalam system pakar, maka system tersebut akan
semakin baik dalam bertindak, sehingga hampir menyerupai pakar yang sebenarnya.
System
pakar disusun oleh dua bagian utama, yaitu lingkungan pengembangan dan
lingkungan konsultasi. Lingkungan pengembangan system pakar digunakan untuk
memasukan pengetahuan pakar kedalam lingkungan system pakar, sedangkan
lingkungan konsultasi digunakan oleh pengguna yang bukan pakar guna memperoleh
pengetahuan pakar.
System
pakar dapat diterapkan dalam berbagai bidang, seperti sains, pendidikan,
kesehatan, dan sebagainya.
Soal Pertemuan 6
Latihan
Menentukan teknologi pendukung, perangkat keras komunikasi dan teknik
pengolahan data
Jawab
TEKNOLOGI
PENDUKUNG JURNAL RANCANG BANGUN APLIKASI SISTEM
PAKAR
A. Perangkat
Keras (Hardware)
1. Input
Device : -
2. Output
Device : -
3. Central
Processing Unit (CPU)
4. Input/Output
Device : -
5. Memory : -
B. Perangkat
Lunak (Software)
1. System
Operasi : Certainty Factor
2. Bahasa
Pemrograman : Mesin Inference
3. Program
Aplikasi : -
C. Database
1. Database
Operasional : Anak di bawah umur 10
tahun (pasien)
2. Database
Terdistribusi : Data pasien yang akan
ditangani psikolog/ahli
3. Database
Eksternal : IPTEK, psikologis
D. Perangkat
Keras Komunikasi
-
Half Duplex
E. Teknik
Pengolahan Data
-
On Line Processing
Soal
pertemuan 9
Dilihat dari
konsep CBIS sistem dalam jurnal temasuk kedalam komponen cbis yg mana ?
Jelaskan!
Jawab
1
Jurnal Rancang Bangun Sistem
Aplikasi Sistem Pakar untuk Menentukan Jenis Gangguan Perkembangan Apada Anak
Didalam
jurnal rancang bangun aplikasi system pakar menggunakan komponen cbis sistem
pakar (ES).
Penjelasannya :
Salah satu contoh yang diterapkan
didalam sistem pakar seperti dalam bidang psikologi, yaitu untuk menentukan
jenis gangguan perkembangan pada anak dibawah
umur 10 tahun dengan hanya memperhatikan gejala-gejala yang dialami. Dengan
menggunakan metode Certanty Factor (CF), didapatkan nilai
kemungkinan gangguan yang dialami pasien.
Keunggulannya,
diharapkan dengan system pakar ini orang awam dapat menyelesaikan masalah
tertentu baik ‘sedikit’ rumit ataupun rumit sekalipun ‘tanpa’ bantuan para ahli
dalam bidang tersebut. Sedangkan keunggulan bagi para ahli, sistem ini dapat
digunakan sebagai asisten yang berpengalaman.
Kekurangannya,
Daya kerja dan produktivitas manusia menjadi berkurang karena semuanya
dilakukan secara otomatis oleh system, para ahli yang mengemukakan pendapatnya
tidak dipublikasikan secara umum atau tidak diketahui siapa yang mengemukakan
teori jurnal system pakar tersebut.
Kesimpulannya,
alasan kami memilih system pakar dalam komponen cbis karena system pakar berusaha
mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan
masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Artinya system pakar dapat
mensubstitusikan pengetahuan manusia ke dalam bentuk sistem, sehingga dapat
digunakan oleh orang banyak seperti dalam menentukan berbagai jenis gangguan
atau penyakit.
Jawab 2
Sistem
Pakar Dignosa Penyakit Tanaman Padi Berbasis Web Dengan Forward Dan Backward
Chaining
Didalam jurnal system pakar diagnose penyakit tanaman padi berbasis web
dengan forward dan backward chaining menggunakan komponen cbis sistem pakar
(ES).
Penjelasannya :
Implementasi
system pakar ini dibuat dengan berbasis web agar dapat diakses dan dimanfaatkan
masyarakat luas khususnya oleh petani. Sebagai contoh dalam bidang pertanian,
dapat mendiagnosa penyakit tanaman padi dengan menggunakan dua metode inferensi
yaitu forward chaining dan backward chaining.
Keunggulannya
:
1.
system ini dibangun untuk menyimpan pengetahuan keahlian seorang pakar
pertanian khususnya padi, sehingga system dapat dijadikan asisten pandai di
bidangnya sebagai sumber pengetahuan oleh user.
2.
Pembangunan system dirancang sedemikian rupa sehingga dapat mengadopsi
perkembangan penyakit penalaran
Kekurangannya:
1. Daya
kerja dan produktivitas manusia menjadi berkurang karena semuanya dilakukan
secara otomatis oleh system,
2. Para
ahli yang mengemukakan pendapatnya tidak dipublikasikan secara umum atau tidak
diketahui siapa yang mengemukakan teori jurnal system pakar tersebut.
Kesimpulan
nya kepakaran ditransfer dari seorang pakar
ke komputer, pengetahuan yang ada disimpan dalam komputer, dan pengguna dapat
berkonsultasi pada komputer itu untuk suatu nasehat, lalu komputer dapat
mengambil inferensi (menyimpulkan, mendeduksi, dan lain-lain) seperti layaknya
seorang pakar, kemudian menjelaskannya ke pengguna tersebut, bila perlu dengan
alasan-alasannya. Jadi, system pakar
dalam mendiagnosa jenis penyakit pada tanaman padi dapat membantu petani
mendiagnosa penyakit dan memberikan pengetahuan tentang jenis penyakit
tersebut.
Soal Pertemuan 10
Jelaskan
pendapat kelompok tentang jurnal tersebut baik atau kurang? Jelaskan alasannya?
Jawab 1
Jurnal
Rancang Bangun Sistem Aplikasi Sistem Pakar untuk Menentukan Jenis Gangguan
Perkembangan Apada Anak
Pendapat kami
tentang jurnal rancang bangun aplikasi system pakar ini baik, tetapi terdapat
kekuranngan dalam jurnal rancang bangun aplikasi system pakar.
Alasan baik :
1. Terdapat manfaat didalam jurnal system pakar
seperti dalam bidang psikologi, yaitu untuk
menentukan jenis gangguan perkembangan pada anak.
Aplikasi yang dikembangkan ini bertujuan
untuk menentukan jenis gangguan perkembangan pada anak di bawah umur 10 tahun
dengan hanya memperhatikan gejala-gejala yang dialami. Contoh satu
bentuk gangguan perkembangan pada anak adalah conduct disorder. Conduct
disorder adalah satu kelainan perilaku dimana anak sulit membedakan benar salah
atau baik dan buruk, sehingga anak merasa tidak bersalah walaupun sudah berbuat
kesalahan. Dampaknya akan sangat buruk bagi perkembangan sosial anak tersebut.
Dengan menggunakan metode Certanty
Factor (CF), didapatkan nilai Kemungkinan gangguan yang
dialami pasien.
2.
Sistem pakar berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer
dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli.
Aplikasi system pakar ini dapat
meningkatkan produktivitas kerja, yaitu bertambahnya efisiensi pekerjaan
tertentu serta hasil solusi kerja, tetapi
tujuannya bukan untuk menggantikan peran manusia, tetapi untuk
mensubstitusikan pengetahuan manusia ke dalam bentuk sistem, sehingga dapat
digunakan oleh orang banyak.
3.
Aplikasi ini baik juga digunakan oleh non
pakar untuk menyelesaikan masalah tertentu baik sedikit’ rumit ataupun rumit
sekalipun ‘tanpa’ bantuan para ahli dalam bidang tersebut.
Alasan kurang:
Didalam
jurnal system pakar pun terdapat kekurangannya, para
ahli yang mengemukakan pendapatnya tidak dipublikasikan secara umum atau tidak
diketahui siapa yang mengemukakan teori jurnal system pakar tersebut. Biaya yang diperlukan
untuk membuat, dan memeliharanya sangat mahal.
Jawab 2
Sistem
Pakar Dignosa Penyakit Tanaman Padi Berbasis Web Dengan Forward Dan Backward
Chaining
Pendapat kami
tentang jurnal sistem pakar dignosa penyakit
tanaman padi ini baik, tetapi terdapat
kekuranngan dalam jurnal rancang bangun aplikasi system pakar.
Alasan baik :
1.
Membantu petani dalam mendiagnosa penyakit tanaman padi.
2.
System pakar diagnosa penyakit tanaman padi berbasis web yang telah dikembangkan
mempunyai keunggulan dalam kemudahan akses dan kemudahan pemakaian.
3.
Sebagai alat bantu untuk diagnosa penyakit tanaman padi dan dapat diakses
oleh petani dimanapun juga untuk mengatasi persoalan keterbatasan jumlah pakar
pertanian dalam membantu petani mendiagnosa penyakit tanaman padi.
Alasan
kurang :
Didalam
jurnal system pakar pun terdapat kekurangannya, para
ahli yang mengemukakan pendapatnya tidak dipublikasikan secara umum atau tidak
diketahui siapa yang mengemukakan teori jurnal system pakar tersebut.
Soal Pertemuan 11
Apakah pada jurnal
tersebut penggunaan OA sangat diperlukan? Sebutkan dan jelaskan!
Jawab 1
Rancang Bangun Sistem Aplikasi
Sistem Pakar untuk Menentukan Jenis Gangguan Perkembangan Apada Anak
Pada jurnal rancang
bangun aplikasi system pakar tidak diperlukan penggunaan OA. Karena,
Otomatisasi
kantor (office automation/OA) memudahkan komunikasi dan meningkatkan
produktivitas diantara para manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat
elektronik. OA telah berkembang meliputi beragam aplikasi seperti konferensi
jarak jauh, voice mail, e-mail, electronik calendaring, facsimile transmission. Dengan tujuan
utama meningkatkan produktifitas mereka.
Para pengguna OA ( otomatisasi kantor ) pada umumnya adalah Manajer, Profesional, pegawai administrasi dan
Sekertaris. OA di khususkan untuk semua orang yang
bekerja didalam kantor.
Sedangkan system pakar bertujuan untuk menganalisis
jenis gangguan penyakit misalnya untuk menentukan jenis gangguan perkembangan
pada anak dibawah umur 10 tahun dengan menggunakan metode certainty factor. Implementasi system pakar banyak
digunakan dalam bidang psikologi tujuannya agar mengetahui gejala-gejala yang
dialami pasien. Para pengguna system pakar adalah para ahli dan Masyarakat awam
non-pakar.
System pakar itu
sendiri merupakan program computer yang meniru proses pemikiran dan pengetahuan
pakar dalam menyelesaikan suatu masalah tertentu. Oleh karena itu, didalam jurnal
rancang bangun aplikasi system pakar penggunaan OA tidak diperlukan, dan sumber pengetahuan dari jurnal ini diperoleh
dari pakar, buku-buku, dan e-book yang mendukung.
Jawab 2
Sistem
Pakar Dignosa Penyakit Tanaman Padi Berbasis Web Dengan Forward Dan Backward
Chaining
Penggunaan
OA pada jurnal system pakar diagnosa penyakit tanaman padi sangat diperlukan.
Karena, system pakar tersebut dapat membantu petani mendiagnosa jenis penyakit
pada tanaman padi.
Pembangunan system
dirancang sedemikian rupa sehingga dapat mengadopsi perkembangan penyakit
penalaran yang digunakan berbasis aturan (Rule Based Reasoning). Hasil implementasi system pakar diagnosa
penyakit tanaman padi dengan menggunakan metode inferensi forward chaining dan
backward chaining berbasis web mempermudah untuk diakses oleh siapa saja
(khususnya petani) dan dimana saja ( asalkan tersedia jaringan internet).
Dari
sisi client, halaman web dapat dibuka menggunakan berbagai macam browser
(software) seperti internet eksplorer, opera, mozila firefox dan lain sebagainya.
Sedangkan dari sisi server biasanya dengan meletakkan file-file ke web hosting
yang mendukung bahasa PHP dan database Mysql. Aplikasi ini
mudah diakses dari berbagai tempat dan di pihak pengguna tidak perlu
menyediakan aplikasi khusus, hanya perlu memiliki aplikasi browser saja, yang
biasanya aplikasi browser tersebut sudah ada pada waktu install sistem operasi
(Windows/Linux).
Jadi, pada jurnal ini penggunaan OA
sangat diperlukan misalnya untuk melihat halaman web dapat dibuka menggunakan berbagai macam browser (software)
seperti internet eksplorer, opera, mozila firefox dan lain sebagainya tujuannya
untuk memudahkan khususnya petani dalam mendiagnosa jenis penyakit pada
tanaman padi.
Soal Pertemuan 12
Untuk yang mengambil Sistem pakar, sebutkan bagian
utama sistem pakar pada jurnal tersebut?
Jawab 1
Rancang Bangun Sistem Aplikasi
Sistem Pakar untuk Menentukan Jenis Gangguan Perkembangan Apada Anak
1. USER
INTERFACE
Aplikasi
untuk menentukan jenis gangguan perkembangan pada anak di bawah umur 10 tahun.
2. KNOWLEDGE BASE
a. Analisa
masalah
Pada
sebagian besar kasus keterbelakangan mental , penyebabnya tidak diketahui;
hanya 25% kasus yang memiliki penyebab yang spesifik biasanya mulai timbul
sebelum usia 10 tahun (Maharani,2007).
3. INFERENCE
ENGINE
·
Diagnosa
Keterbelakangan mental
·
Pengobatan
Keterbelakangan mental
·
Pencegahan
Keterbelakangan mental (Konsultasi
genetic)
4. DEVELOPMENT
ENGINE
Workplace dan website
Jawab 2
Sistem
Pakar Dignosa Penyakit Tanaman Padi Berbasis Web Dengan Forward Dan Backward Chaining
1.
User
Interface
Tidak ada.
2.
Knowledge
Base
·
Masalah
Banyak kerugian
yang diakibatkan karena adanya penyakit tanaman yang terlambat untuk
didiagnosis dan sudah mencapai tahap yang parah dan menyebabkan terjadinya
gagal panen. Sebenarnya setiap penyakit tanaman tersebut sebelum mencapai tahap
yang lebih parah dan meluas umumnya menunjukkan gejala-gejala penyakit yang
diderita tetapi masih dalam tahap yang ringan dan masih sedikit. Tetapi petani
sering mengabaikan hal ini karena ketidaktahuannya dan menganggap gejala
tersebut sudah terbiasa terjadi pada masa tanam, sampai suatu saat timbul
gejala yang sangat parah dan meluas, sehingga sudah terlambat untuk
dikendalikan.
·
Penyelesaian
Masalah
Untuk mengatasi
semua persoalan yang dihadapi petani, pada penelitian ini dibuat suatu aplikasi
system pakar yang meberikan informasi mengenai hama penyakit tanaman dan dapat
mendiagnosa gejala-gejala penyakit tanaman, khususnya tanaman padi, sekaligus
memberikan solusi penanggulangannya, yang nantinya dapat digunakan untuk
mengurangi atau memperkecil resiko kerusakan tanaman.
3.
Inference
Engine
Digunakannya
dua metode inferensi yaitu forward chaining dan backward chaining, sedangkan
persoalan yang dibahas mengenai penyakit tanaman padi dan gejala-gejala yang
menyertainya.
User,
secara spesifik petani akan memilih gejala tersebut sesuai dengan gejala-gejala
yang dialami pada tanaman padi miliknya. Cara memilih adalah dengan klik pada
kotak di depan kalimat tersebut, sampai muncul tanda V. Gejala yang dipilih
bisa lebih dari satu disesuaikan dengan kondisi tanaman padi.
Hasil
diagnosa dari system pakar berbasis web dengan metode inferensi forward
chaining dan backward chaining akan dapat menampilkan nama penyakit,
gejala-gejala yang menandai penyakit tersebut, penjelasan mengenai penyakit dan
langkah-langkah pengendalian teknis terhadap penyakit tersebut.
4.
Development
Engine
System
pakar ini dibuat berbasis web dengan menggunakan PHP dan database Mysql.
BAB III
PENUTUP
3.1
KESIMPULAN
Rancang Bangun Sistem Aplikasi
Sistem Pakar untuk Menentukan Jenis Gangguan Perkembangan Apada Anak
Kelebihannya,
masyarakat awam non-pakar dapat memanfaatkan keahlian di dalam bidang tertentu tanpa kesadaran langsung
seorang pakar, meningkatkan produktivitas kerja, yaitu bertambahnya efisiensi
pekerjaan tertentu serta hasil solusi kerja, penghematan waktu dalam
menyelesaikan masalah yang kompleks, memberikan penyederhanaan solusi untuk
kasus-kasus yang kompleks dan berulang-ulang, pengetahuan dari seorang pakar
dapat dikombinasikan tanpa ada batas waktu, memungkinkan penggabungan berbagai
bidang pengetahuan dari berbagai pakar untuk dikombinasikan.
Kekurangannya, Daya kerja dan
produktivitas manusia menjadi berkurang karena semuanya dilakukan secara
otomatis oleh system, para ahli yang mengemukakan pendapatnya tidak
dipublikasikan secara umum atau tidak diketahui siapa yang mengemukakan teori
jurnal system pakar tersebut.
Sistem
Pakar Dignosa Penyakit Tanaman Padi Berbasis Web Dengan Forward Dan Backward
Chaining
Kelebihannya, system
ini dibangun untuk menyimpan pengetahuan keahlian seorang pakar pertanian
khususnya padi, sehingga system dapat dijadikan asisten pandai di bidangnya
sebagai sumber pengetahuan oleh user. Pembangunan system dirancang sedemikian
rupa sehingga dapat mengadopsi perkembangan penyakit penalaran
Kekurangannya,
daya kerja dan produktivitas manusia menjadi
berkurang karena semuanya dilakukan secara otomatis oleh system. Para ahli yang
mengemukakan pendapatnya tidak dipublikasikan secara umum atau tidak diketahui
siapa yang mengemukakan teori jurnal system pakar tersebut.
Kesimpulan
dari ke-2 jurnal tersebut yaitu sama-sama mendiagnosa suatu gangguan dengan
sitem kerja memasukan dan meneliti gejala-gejala yang dialami dengan
menggunakan metode yang berbeda.
Sehingga dapat
disimpulkan pada jurnal rancang bangun aplikasi sistem pakar , sistem ini berusaha
mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan
masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Artinya system pakar dapat
mensubstitusikan pengetahuan manusia ke dalam bentuk sistem, sehingga dapat
digunakan oleh orang banyak seperti dalam menentukan berbagai jenis gangguan
atau penyakit.
Sedangkan,
pada jurnal sistem pakar dignosa penyakit tanaman
padi dapat disimpulkan bahwa kepakaran
ditransfer dari seorang pakar ke komputer, pengetahuan yang ada disimpan dalam
komputer, dan pengguna dapat berkonsultasi pada komputer itu untuk suatu
nasehat, lalu komputer dapat mengambil inferensi (menyimpulkan, mendeduksi, dan
lain-lain) seperti layaknya seorang pakar, kemudian menjelaskannya ke pengguna
tersebut, bila perlu dengan alasan-alasannya. Jadi, system pakar dalam mendiagnosa jenis penyakit pada tanaman padi
dapat membantu petani mendiagnosa penyakit dan memberikan pengetahuan tentang
jenis penyakit pada tanaman tersebut.
3.2 SARAN
Penulis
menyadari tentang penyusunan makalah ini, tentu masih banyak kesalahan dan
kekurangan.
Penulis
banyak berharap para pembaca memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis
untuk menyempurnakan makalah ini dan
penulisan makalah. Semoga makalah ini
berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca pada umumnya.
3.3 DAFTAR PUSTAKA
RANCANG BANGUN APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK MENENTUKAN
JENIS GANGGUAN PERKEMBANGAN PADA ANAK
Berndt,
T. J. (1992). Child Development. New York: Brace Jovenovich College
Publisher.
Dewi,
F., Ir. (1999). Anak dan Lingkungan Sosialnya. Jogjakarta: Jurnal Ilmiah
Psikologi. Gunawan, J., Dra. (2001). Autis. Blog Julianita Gunawan.
Jurnal.
(2003) Jurnal Ilmiah Psikilogi UGM. Jogjakarta: Jurnal Psikologi.
Kusumadewi,
S. (2003). Artificial Intelligence (Teknik dan Aplikasinya). Yogyakarta:
Graha Ilmu.
Le
Fanu, J. (2002). Deteksi Dini Gangguan Perkembangan pada Anak. London:
James Le Fanu.
Maslim,
R. (2002). Diagnosis Gangguan Jiwa Rujukan Ringkas dari PPDGJ. Jakarta: Rusdi
Maslim.
Maharani,
V. T. (2007). Keterbelakangan Mental. Blog Tanaya Maharani.
Turban,
E. (1995). Decision Support and Expert System; Management Support
System. Newyork: Prentice-Hall.
WHO.
(1992). The ICD-10 Classification of Mental and Behavioral Disorders http://www.mentalhealth.com.
SISTEM PAKAR DIGNOSA PENYAKIT
TANAMAN PADI BERBASIS WEB DENGAN FORWARD DAN BACKWARD CHAINING
[1]. Chen X., Luo Q., Jiang Y., Lv Z.,
and Wu S., “A WebGIS Expert System for
Rice Brown Planthopper Disaster Early-Warning in China’s Shanghai”.
Bioinformatics and Biomedical Engineering, ICBBE, The 2nd International
Conference on, pp 2485-2488, May 2008.
[2]. Handayani, L., Sutikno, T., “Sistem Pakar Berbasis Web Dengan Shell
e2glite untuk Diagnosa Penyakit Hati”, Jurnal Telkomnika, Vol.2 No.1, pp
63-70, April 2004.
[3]. Turban E., Aronson J.E., Liang
T.P., “Decision Support Systems and
Intelligent Systems (Sistem
Pendukung Keputusan dan Sistem Cerdas)”, Edisi 7, Jilid 2, CV.Andi Offset,
Yogyakarta, 2005.
[4]. “Pedoman Deteksi Dini Serangan OPT (Penyakit Tanaman Padi”, Dirjend.
Tanaman Pangan, Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, Jakarta, 2007.
[5]. “Pengenalan dan Pengendalian OPT Padi”, Dirjend. Tanaman Pangan dan
Holtikultura, Direktorat Bina Perlindungan Tanaman, Jakarta, 1994.
MAKALAH PENGANTAR SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Diajukan untuk memenuhi matakuliah tugas Pengantar Sistem Informasi
Manajemen
DISUSUN OLEH:
NURYANTI
11151112
NUR
ISLAMIYATI
11150481
HANA SETIAWAN
11151039
SHELPI DEWI LESTARI
11151129
DESI
PUSPITA SARI 11151108
NENG
SELLA ZAKIATUN N
11151106
IRA
SINTIAWATI
11151103
KELAS
: 11.1A.28
JURUSAN
: KOMPUTERISASI AKUNTANSI
DOSEN : RIFA NURAFIFAH
AMIK BSI SUKABUMI
2015
KATA PENGANTAR
Segala
puji kami panjatkan kehadit Allah SWT, sebab atas berkat dan hidayah Nya tugas
ini dapat tersusun.
Dalam makalah ini terdapat materi mengenai Pengantar Sistem
Informasi Manajemen. Harapan kami semoga makalah ini dapat membantu menambah
pengetahuan.
Pengantar Sistem Informasi Manajemen
sangat diperlukan, sebagai mahasiswa komputerisasi akuntansi, makalah ini dapat berguna untuk mempelajari dan memahami lebih
dalam materi pengantar sistem informasi manajemen.
Untuk itu kami mengucapkan
terimakasih kepada dosen yang telah membimbing. Mohon maaf apabila dalam
pembuatan makalah ini terdapat kesalahan dan kekurangan. Saran dan masukan yang
membangun akan kami terima sebagai bahan koreksi. Semoga makalah ini dapat
berguna dan bermanfaat.
Sukabumi,
30 Desember 2015
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR……………………………………………………………….…….….i
DAFTAR ISI………………………………………………………………….…………….…ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG…………………….……………………………….….….………..1
1.2
TUJUAN PEMBAHASAN……………………………………..……………..……….….2
BAB II PEMBAHASAN…………………………………………….………….…....…….…3
BAB III PENUTUP
3.1 KESIMPULAN…………………………………………..………………….….…….…..20
3.2 SARAN…………………………………….……………………….…………………..…21
3.3 DAFTAR PUSTAKA…………………..…………………...…………….………………22
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Perkembangan komputer dewasa ini
telah mengalami banyak perubahan yang sangat pesat, seiring dengan kebutuhan
manusia yang semakin banyak dan kompleks. Komputer yang pada awalnya hanya
digunakan oleh para akademisi dan militer, kini telah digunakan secara luas di
berbagai bidang, misalnya: Bisnis, Kesehatan, Pendidikan, Psikologi, Permainan
dan sebagainya. Hal ini mendorong para ahli untuk semakin mengembangkan
komputer agar dapat membantu kerja manusia atau bahkan melebihi kemampuan kerja
manusia.
Kecerdasan
buatan atau artificial intelligence merupakan bagian dari ilmu komputer
yang membuat agar mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik
yang dilakukan oleh manusia.
Sistem Pakar (Expert System) adalah
program berbasis pengetahuan yang menyediakan solusi-solusi dengan kualitas
pakar untuk problema-problema dalam suatu domain yang spesifik.
Sistem pakar merupakan program computer
yang meniru proses pemikiran dan pengetahuan pakar dalam menyelesaikan suatu
masalah tertentu.
Implementasi sistem pakar banyak
digunakan dalam bidang psikologi karena sistem pakar dipandang sebagai cara
penyimpanan pengetahuan pakar pada bidang tertentu dalam program komputer
sehingga keputusan dapat diberikan dalam melakukan penalaran secara cerdas.
Salah satu implementasi yang diterapkan
sistem pakar dalam bidang psikologi, yaitu untuk sistem pakar menentukan jenis
gangguan perkembangan pada anak dengan menggunakan metode Certainty Factor
(CF). Sistem pakar pun dapat mendignosa penyakit tanaman padi berbasis web
dengan menggunakan metode forward dan backward chaining.
1.2 TUJUAN PEMBAHASAN
1.
Untuk menyelesaikan salah satu tugas mata kuliah Pengantar Sistem
Informasi Manajemen.
2. Dapat menyelesaikan masalah dan menjawab soal dari
setiap materi dengan menggunakan jurnal rancang bangun aplikasi system pakar
dan sistem pakar dignosa penyakit tanaman
padi berbasis web dengan forward dan backward chaining.
3.
Setelah mengetahui bagaimana cara menyelesaikan soal tersebut, diharapkan
dapat mengerjakan soal-soal dari setiap materi dengan baik.
4. Dengan
mengetahui tentang sistem informasi manajemen (SIM) maka penulis maupun
pembaca dapat menambah wawasan yang menyangkut dunia manajemen.
5. Dapat mengetahui cara kerja dari kedua jurnal
tersebut pada aplikasi sistem pakar.
BAB II
PEMBAHASAN
Soal
Pertemuan 1
Jelaskan
elemen-elemen, pemakai sistem, konsep sistem dan kualitas sistem pada jurnal tersebut?
Jawab
Elemen-Elemen
Sistem
1.
Tujuan
a. Agar
komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para
ahli
b.
Dengan sistem ini, orang awam dapat menyelesaikan masalah tertentu
baik‘sedikit’ rumit ataupun rumit sekalipun ‘tanpa’ bantuan para ahli dalam
bidang tersebut. Sedangkan
bagi para ahli, sistem
ini dapat digunakan sebagai asisten yang berpengalaman.
c. Aplikasi
yang dikembangkan ini bertujuan untuk menentukan jenis gangguan perkembangan
pada anak di bawah umur 10 tahun dengan hanya memperhatikan gejalagejala yang
dialami yaitu dengan menggunakan metode Certanty Factor (CF).
2.
Batasan
Computer, karena computer dapat
menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Atau dengan kata lain sistem pakar adalah
sistem yang didesain dan diimplementasikan dengan bantuan bahasa pemrograman
tertentu untuk dapat menyelesaikan masalah seperti yang dilakukan oleh para
ahli.
3. Control
Controlnya adalah System pakar. Sistem pakar (expert system) secara umum adalah sistem yang berusaha mengadopsi
pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah
seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli.
Sistem Pakar (Expert System) adalah
program berbasis pengetahuan yang menyediakan solusi-solusi dengan kualitas
pakar untuk problema-problema dalam suatu domain yang spesifik.
Sistem pakar merupakan program computer
yang meniru proses pemikiran dan pengetahuan pakar dalam menyelesaikan suatu
masalah tertentu.
4. Input
Masalah gangguan perkembangan pada
anak.
5. Proses
Memperhatikan gejala-gejala yang dialami.
Aplikasi yang dikembangkan ini bertujuan untuk menentukan jenis gangguan
perkembangan pada anak di bawah umur 10 tahun dengan hanya memperhatikan
gejala-gejala yang dialami.
6. Output
Menentukan jenis gangguan perkembangan
pada anak
7.
Pemakai
Pemakainya adalah manusia. Diharapkan
dengan system ini, orang awam dapat menyelesaikan masalah tertentu baik sedikit
rumit atau rumit sekalipun tanpa bantuan para ahli dalam bidang tersebut.
8.
Akurat
Akurat, karena dengan menggunakan metode
certainty factor, didapatkan nilai kemungkinan gangguan yang dialami pasien.
9.
Tepat
Waktu
Tepat waktu, karena saat orang tua tidak
mengetahui mengenai gangguan jenis yang dialami oleh anak mereka, dengan adanya
aplikasi ini dapat membantu orangtua untuk menentukan jenis gangguan yang
dilami oleh sang anak.
10.
Mudah
Dimengerti
Mudah dimengerti, karena bahasa dan
kosakata asing yang ditulis dalam jurnal ini tidak menggunakan kata yang
terlalu sulit dan bahasanya mudah dipahami.
Soal
Pertemuan 2
Menentukan apakah sistem informasi pada
jurnal tersebut sudah komputerisasi /manual. Sebutkan dan jelaskan komponen SI
tersebut?
Jawab
Sudah komputerisasi. Karena sistem pakar secara umum
adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar
komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para
ahli.
Komponen SI nya itu sendiri, pengetahuan manusia
diadopsi ke dalam komputer (hardware) dan membuat aplikasi sistem pakar
(software) yang dapat menentukan jenis gangguan pada anak dibawah 10 tahun
dengan hanya memperhatikan gejala-gejala yang dialami (procedure), sistem ini
dapat membantu orang awam (people) agar mendapatkan nilai kemungkinan gangguan
yang dialami anak (database).
Soal Pertemuan 3
Sebutkan dan jelaskan faktor yang
menjadi bahan pertimbangan perusahaan dalam menerapkan system informasi
tersebut (jurnal)
Jawab
FAKTOR YANG MENJADI
BAHAN PERTIMBANGAN
1.
RELIABILITAS
SISTEM
System
pakar dalam mengidentifikasi suatu gejala dapat melakukan proses secara
berulang. Perhitungan
dengan menggunakan metode ini dalam sekali hitung hanya dapat mengolah dua data
saja sehingga keakuratan data dapat terjaga. Dalam system pakar ini memiliki
realibilitas, karena dalam pengukuran atau ketepatannya dapat di percaya. Tetapi jika user kurang
teliti dalam memilih gejala, maka sistem akan memberikan kesimpulan yang kurang
benar.
2.
KEMUDAHAN
Pemakai tak mengalami banyak kesulitan
untuk mengakses system. Karena yang menjalankan aplikasi system pakar ini
adalah seorang pakar yang mengerti mengenai aplikasi yang dijalankannya.
Seorang pakar mempunyai pengetahuan
tentang masalah yang khusus. Dalam hal ini disebut domain knowledge. Penggunaan kata ‘domain’ untuk memberikan
penekanan pengetahuan pada problem yang spesifik. Pakar menyimpan domain knowledge pada Long Term Memory (LTM) atau ingatan
jangka panjangnya.
Ketika pakar akan memberikan nasihat
atau solusi kepada seseorang, pakar terlebih dahulu menentukan fakta-fakta dan
menyimpannya ke dalam Short Term Memory
(STM) atau ingatan jangka pendek. Kemudian pakar memberikan solusi tentang
masalah tersebut dengan mengkombinasikan fakta-fakta pada STM dengan
pengetahuan LTM. Dengan menggunakan proses ini pakar mendapatkan informasi baru
dan sampai pada kesimpulan masalah.
System pakar dapat memecahkan masalah
menggunakan proses yang sama dengan metode yang digunakan oleh pakar.
3.
KELUWESAN
Aplikasi system pakar ini mampu
menganalisis jenis gangguan yang dialami oleh pasien berdasarkan gejala-gejala
yang dimasukan oleh user . Aplikasi mampu menyimpan representasi pengetahuan
pakar berdasarkan nilai kebenaran MB dan nilai ketidak benaran MD. Aplikasi
system pakar ini sudah dapat menjelaskan definisi jenis gangguan
perkembangan,penyebab dan pengobatannya.
Jadi system pakar ini tidak dapat
diubah, karena telah menggunakan metode-metode dan aplikasi tertentu untuk
dapat menentukan jenis gangguan perkembangan yang dialami oleh anak di bawah
umur 10 tahun.
4.
JADWAL
INSTALASI
Sistem pakar merupakan cabang dari artificial intelegent (AI) yang cukup
tua karena system ini telah mulai dikembangkan pada pertengahan tahun 1960.
System pakar yang muncul pertama kali adalah general-purpose problem solver (GPS) yang dikembangkan oleh newl
dan simon. Sampai saat ini sudah banyak system pakar yang dibuat, seperti
MYCIN, DENDRAL, XCON & XSEL, SOPHIE, Prospector, FOLIO, DELTA, dan
sebagainya. System ini akan bisa dipakai apabila telah ditemukan pasien yang
mengalami gangguan perkembangan pada anak.
5.
HARAPAN
UMUR SISTEM
Sistem pakar itu sendiri mulai
dikembangkan pada pertengahan tahun 1960, sampai sekarang system pakar ini
masih digunakan. Karena belum ditemukannya ancaman untuk system pakar ini,
sehingga system pakar ini belum dapat diperhitungkan sampai berapa lama system
ini digunakan karena perkembangan teknologi.
6.
KEMUDAHAN DIPELIHARA
Sistem
pakar memiliki dokumentasi sistem yang lengkap seperti adanya basis pengetahuan
dan adanya fasilitas penalaran, system pakar dapat memberikan informasi tentang
kesimpulan yang diambil. Serta adanya
control, proses mencari kesalahan dan memperbaiki solusi (debugging), diagnosa
dan lain-lain.
Dalam
sistem pakar, basis pengetahuan berperan
dalam proses mengumpulkan, mengorganisasikan, maupun mendapatkan kembali suatu
pengetahuan. Dalam basis pengetahuan berisi pengetahuan-pengetahuan pakar
berupa fakta-fakta, konsep, aturan dan prosedur. Sistem pakar pun mudah
dipelihara karena adanya data , informasi, serta pengetahuan.
Soal Pertemuan 4
Latihan
Sebutkan Ancaman dan keunggulan sistem informasi pada jurnal tersebut!
Jawab
Keunggulan atau kelebihan
1.
Aplikasi sistem pakar yang dibuat ini mampu menganalisis jenis gangguan
perkembangan yang dialami pasien berdasarkan gejala-gejala yang dimasukkan oleh
user.
2.
Aplikasi mampu menyimpan representasi
pengetahuan pakar berdasarkan nilai kebenaran MB dan nilai ketidakbenaran MD.
3.
Aplikasi system pakar ini sudah dapat menjelaskan definisi jenis
gangguan perkembangan, penyebab, dan pengobatannya.
4.
Aplikasi ini tentunya dapat sangat mempermudah pekerjaan psikolog dalam
menganalisi suatu gangguan.
5.
Aplikasi ini mempermudah bagi orangtua yang memerlukan bantuan tentang
hal-hal yang dialami oleh anak mereka. Terutama bagi orangtua tentang apa yang
dialami oleh anak-anak mereka shingga tidak mengalami keterlambatan dalam
memberikan pengobatan atau terapi.
6.
Metode ini cocok dipakai dalam system pakar untuk mengukur sesuatu
apakah pasti atau tidak pasti dalam mendiagnosis penyakit sebagai salah satu
contohnya.
7.
Perhitungan dengan menggunakan metode ini dalam sekali hitung hanya
dapat mengolah dua data saja sehingga keakuratan data dapat terjaga.
8.
Memungkinkan orang awam bisa mengerjakan pekerjaan para ahli
9.
Bisa melakukan proses secara berulang secara otomatis
10. Menyimpan pengetahuan dan keahlian para pakar
11. Meningkatkan output dan produktivitas
12. Meningkatkan kualitas
13. Mampu mengambil dan melestarikan keahlian
para pakar (terutama yang termasuk keahlian langka).
14. Mampu beroperasi dalam lingkungan yang
berbahaya.
15. Memiliki kemampuan untuk mengakses
pengetahuan.
16. Memiliki reliabilitas.
17. Meningkatkan kapabilitas system computer.
18. Memiliki kemampuan untuk bekerja dengan
informasi yang tidak lengkap dan mengandung ketidakpastian.
19. Sebagai media pelengkap dalam pelatihan.
20. Menigkatkan kapabilitas dalam penyelesaian
masalah.
21. Menghemat waktu dalam pengambilan keputusan.
22. Memberikan respon (jawaban) yang cepat.
23. System pakar dapat digunakan untuk mengakses
basis data dengan cara cerdas.
Ancaman
Untuk
saat ini belum ditemukan ancaman untuk aplikasi system pakar. Karena pada saat
ini manusia masih menggunakan system pakar untuk mengidentifikasi masalah pada
jenis gangguan yang di alami oleh manusia itu sendiri. Selain untuk
mengidentifikasi berbagai jenis gangguan pada manusia dengan menggunakan metode
certainty factor, system ini pun dapat mengidentifikasi jenis gangguan pada
hewan, tumbuhan dan lain-lain. Sehingga manusia belum dapat mendapatkan
aplikasi yang baru untuk menggantikan aplikasi system pakar ini.
System
pakar ini banyak diterapkan dalam berbagai bidang, seperti dalam bidang sains,
pendidikan atau ilmu pengetahuan, bisnis, pertanian, psikologi, eksplorasi
alam, kesehatan. Sehingga dapat memungkinkan orang awam bisa mengerjakan
pekerjaan seperti yang biasa dilakukan para ahli.
Soal Pertemuan 5
Menentukan
dan menjelaskan jenis sistem informasi dilihat dari sisi penerapan IT
Jawab
Jurnal rancang bangun aplikasi system pakar termasuk
dalam kategori E-learning. Karena,
system pakar merupakan salah satu bidang kecerdasan buatan (artificial
inteligence), yaitu sebuah program computer yang dirancang untuk mengambil
keputusan seperti keputusan yang diambil oleh seorang pakar, dimana system
pakar menggunakan pengetahuan (knowledge), fakta, dan teknik berfikir dalam
menyelasaikan masalah-masalah yang biasanya hnya dapat diselesaikan oleh seorang pakar dari bidang yang
bersangkutan.
Dalam pengembangan suatu system pakar, pengetahuan
mungkin saja berasal dari seorang ahli, bahkan pengetahuan dapat berasal dari
berbagai media seperti majalah, buku, jurnal, dan sebagainya. Semakin banyak
pengetahuan yang dimasukan kedalam system pakar, maka system tersebut akan
semakin baik dalam bertindak, sehingga hampir menyerupai pakar yang sebenarnya.
System
pakar disusun oleh dua bagian utama, yaitu lingkungan pengembangan dan
lingkungan konsultasi. Lingkungan pengembangan system pakar digunakan untuk
memasukan pengetahuan pakar kedalam lingkungan system pakar, sedangkan
lingkungan konsultasi digunakan oleh pengguna yang bukan pakar guna memperoleh
pengetahuan pakar.
System
pakar dapat diterapkan dalam berbagai bidang, seperti sains, pendidikan,
kesehatan, dan sebagainya.
Soal Pertemuan 6
Latihan
Menentukan teknologi pendukung, perangkat keras komunikasi dan teknik
pengolahan data
Jawab
TEKNOLOGI
PENDUKUNG JURNAL RANCANG BANGUN APLIKASI SISTEM
PAKAR
A. Perangkat
Keras (Hardware)
1. Input
Device : -
2. Output
Device : -
3. Central
Processing Unit (CPU)
4. Input/Output
Device : -
5. Memory : -
B. Perangkat
Lunak (Software)
1. System
Operasi : Certainty Factor
2. Bahasa
Pemrograman : Mesin Inference
3. Program
Aplikasi : -
C. Database
1. Database
Operasional : Anak di bawah umur 10
tahun (pasien)
2. Database
Terdistribusi : Data pasien yang akan
ditangani psikolog/ahli
3. Database
Eksternal : IPTEK, psikologis
D. Perangkat
Keras Komunikasi
-
Half Duplex
E. Teknik
Pengolahan Data
-
On Line Processing
Soal
pertemuan 9
Dilihat dari
konsep CBIS sistem dalam jurnal temasuk kedalam komponen cbis yg mana ?
Jelaskan!
Jawab
1
Jurnal Rancang Bangun Sistem
Aplikasi Sistem Pakar untuk Menentukan Jenis Gangguan Perkembangan Apada Anak
Didalam
jurnal rancang bangun aplikasi system pakar menggunakan komponen cbis sistem
pakar (ES).
Penjelasannya :
Salah satu contoh yang diterapkan
didalam sistem pakar seperti dalam bidang psikologi, yaitu untuk menentukan
jenis gangguan perkembangan pada anak dibawah
umur 10 tahun dengan hanya memperhatikan gejala-gejala yang dialami. Dengan
menggunakan metode Certanty Factor (CF), didapatkan nilai
kemungkinan gangguan yang dialami pasien.
Keunggulannya,
diharapkan dengan system pakar ini orang awam dapat menyelesaikan masalah
tertentu baik ‘sedikit’ rumit ataupun rumit sekalipun ‘tanpa’ bantuan para ahli
dalam bidang tersebut. Sedangkan keunggulan bagi para ahli, sistem ini dapat
digunakan sebagai asisten yang berpengalaman.
Kekurangannya,
Daya kerja dan produktivitas manusia menjadi berkurang karena semuanya
dilakukan secara otomatis oleh system, para ahli yang mengemukakan pendapatnya
tidak dipublikasikan secara umum atau tidak diketahui siapa yang mengemukakan
teori jurnal system pakar tersebut.
Kesimpulannya,
alasan kami memilih system pakar dalam komponen cbis karena system pakar berusaha
mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan
masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Artinya system pakar dapat
mensubstitusikan pengetahuan manusia ke dalam bentuk sistem, sehingga dapat
digunakan oleh orang banyak seperti dalam menentukan berbagai jenis gangguan
atau penyakit.
Jawab 2
Sistem
Pakar Dignosa Penyakit Tanaman Padi Berbasis Web Dengan Forward Dan Backward
Chaining
Didalam jurnal system pakar diagnose penyakit tanaman padi berbasis web
dengan forward dan backward chaining menggunakan komponen cbis sistem pakar
(ES).
Penjelasannya :
Implementasi
system pakar ini dibuat dengan berbasis web agar dapat diakses dan dimanfaatkan
masyarakat luas khususnya oleh petani. Sebagai contoh dalam bidang pertanian,
dapat mendiagnosa penyakit tanaman padi dengan menggunakan dua metode inferensi
yaitu forward chaining dan backward chaining.
Keunggulannya
:
1.
system ini dibangun untuk menyimpan pengetahuan keahlian seorang pakar
pertanian khususnya padi, sehingga system dapat dijadikan asisten pandai di
bidangnya sebagai sumber pengetahuan oleh user.
2.
Pembangunan system dirancang sedemikian rupa sehingga dapat mengadopsi
perkembangan penyakit penalaran
Kekurangannya:
1. Daya
kerja dan produktivitas manusia menjadi berkurang karena semuanya dilakukan
secara otomatis oleh system,
2. Para
ahli yang mengemukakan pendapatnya tidak dipublikasikan secara umum atau tidak
diketahui siapa yang mengemukakan teori jurnal system pakar tersebut.
Kesimpulan
nya kepakaran ditransfer dari seorang pakar
ke komputer, pengetahuan yang ada disimpan dalam komputer, dan pengguna dapat
berkonsultasi pada komputer itu untuk suatu nasehat, lalu komputer dapat
mengambil inferensi (menyimpulkan, mendeduksi, dan lain-lain) seperti layaknya
seorang pakar, kemudian menjelaskannya ke pengguna tersebut, bila perlu dengan
alasan-alasannya. Jadi, system pakar
dalam mendiagnosa jenis penyakit pada tanaman padi dapat membantu petani
mendiagnosa penyakit dan memberikan pengetahuan tentang jenis penyakit
tersebut.
Soal Pertemuan 10
Jelaskan
pendapat kelompok tentang jurnal tersebut baik atau kurang? Jelaskan alasannya?
Jawab 1
Jurnal
Rancang Bangun Sistem Aplikasi Sistem Pakar untuk Menentukan Jenis Gangguan
Perkembangan Apada Anak
Pendapat kami
tentang jurnal rancang bangun aplikasi system pakar ini baik, tetapi terdapat
kekuranngan dalam jurnal rancang bangun aplikasi system pakar.
Alasan baik :
1. Terdapat manfaat didalam jurnal system pakar
seperti dalam bidang psikologi, yaitu untuk
menentukan jenis gangguan perkembangan pada anak.
Aplikasi yang dikembangkan ini bertujuan
untuk menentukan jenis gangguan perkembangan pada anak di bawah umur 10 tahun
dengan hanya memperhatikan gejala-gejala yang dialami. Contoh satu
bentuk gangguan perkembangan pada anak adalah conduct disorder. Conduct
disorder adalah satu kelainan perilaku dimana anak sulit membedakan benar salah
atau baik dan buruk, sehingga anak merasa tidak bersalah walaupun sudah berbuat
kesalahan. Dampaknya akan sangat buruk bagi perkembangan sosial anak tersebut.
Dengan menggunakan metode Certanty
Factor (CF), didapatkan nilai Kemungkinan gangguan yang
dialami pasien.
2.
Sistem pakar berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer
dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli.
Aplikasi system pakar ini dapat
meningkatkan produktivitas kerja, yaitu bertambahnya efisiensi pekerjaan
tertentu serta hasil solusi kerja, tetapi
tujuannya bukan untuk menggantikan peran manusia, tetapi untuk
mensubstitusikan pengetahuan manusia ke dalam bentuk sistem, sehingga dapat
digunakan oleh orang banyak.
3.
Aplikasi ini baik juga digunakan oleh non
pakar untuk menyelesaikan masalah tertentu baik sedikit’ rumit ataupun rumit
sekalipun ‘tanpa’ bantuan para ahli dalam bidang tersebut.
Alasan kurang:
Didalam
jurnal system pakar pun terdapat kekurangannya, para
ahli yang mengemukakan pendapatnya tidak dipublikasikan secara umum atau tidak
diketahui siapa yang mengemukakan teori jurnal system pakar tersebut. Biaya yang diperlukan
untuk membuat, dan memeliharanya sangat mahal.
Jawab 2
Sistem
Pakar Dignosa Penyakit Tanaman Padi Berbasis Web Dengan Forward Dan Backward
Chaining
Pendapat kami
tentang jurnal sistem pakar dignosa penyakit
tanaman padi ini baik, tetapi terdapat
kekuranngan dalam jurnal rancang bangun aplikasi system pakar.
Alasan baik :
1.
Membantu petani dalam mendiagnosa penyakit tanaman padi.
2.
System pakar diagnosa penyakit tanaman padi berbasis web yang telah dikembangkan
mempunyai keunggulan dalam kemudahan akses dan kemudahan pemakaian.
3.
Sebagai alat bantu untuk diagnosa penyakit tanaman padi dan dapat diakses
oleh petani dimanapun juga untuk mengatasi persoalan keterbatasan jumlah pakar
pertanian dalam membantu petani mendiagnosa penyakit tanaman padi.
Alasan
kurang :
Didalam
jurnal system pakar pun terdapat kekurangannya, para
ahli yang mengemukakan pendapatnya tidak dipublikasikan secara umum atau tidak
diketahui siapa yang mengemukakan teori jurnal system pakar tersebut.
Soal Pertemuan 11
Apakah pada jurnal
tersebut penggunaan OA sangat diperlukan? Sebutkan dan jelaskan!
Jawab 1
Rancang Bangun Sistem Aplikasi
Sistem Pakar untuk Menentukan Jenis Gangguan Perkembangan Apada Anak
Pada jurnal rancang
bangun aplikasi system pakar tidak diperlukan penggunaan OA. Karena,
Otomatisasi
kantor (office automation/OA) memudahkan komunikasi dan meningkatkan
produktivitas diantara para manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat
elektronik. OA telah berkembang meliputi beragam aplikasi seperti konferensi
jarak jauh, voice mail, e-mail, electronik calendaring, facsimile transmission. Dengan tujuan
utama meningkatkan produktifitas mereka.
Para pengguna OA ( otomatisasi kantor ) pada umumnya adalah Manajer, Profesional, pegawai administrasi dan
Sekertaris. OA di khususkan untuk semua orang yang
bekerja didalam kantor.
Sedangkan system pakar bertujuan untuk menganalisis
jenis gangguan penyakit misalnya untuk menentukan jenis gangguan perkembangan
pada anak dibawah umur 10 tahun dengan menggunakan metode certainty factor. Implementasi system pakar banyak
digunakan dalam bidang psikologi tujuannya agar mengetahui gejala-gejala yang
dialami pasien. Para pengguna system pakar adalah para ahli dan Masyarakat awam
non-pakar.
System pakar itu
sendiri merupakan program computer yang meniru proses pemikiran dan pengetahuan
pakar dalam menyelesaikan suatu masalah tertentu. Oleh karena itu, didalam jurnal
rancang bangun aplikasi system pakar penggunaan OA tidak diperlukan, dan sumber pengetahuan dari jurnal ini diperoleh
dari pakar, buku-buku, dan e-book yang mendukung.
Jawab 2
Sistem
Pakar Dignosa Penyakit Tanaman Padi Berbasis Web Dengan Forward Dan Backward
Chaining
Penggunaan
OA pada jurnal system pakar diagnosa penyakit tanaman padi sangat diperlukan.
Karena, system pakar tersebut dapat membantu petani mendiagnosa jenis penyakit
pada tanaman padi.
Pembangunan system
dirancang sedemikian rupa sehingga dapat mengadopsi perkembangan penyakit
penalaran yang digunakan berbasis aturan (Rule Based Reasoning). Hasil implementasi system pakar diagnosa
penyakit tanaman padi dengan menggunakan metode inferensi forward chaining dan
backward chaining berbasis web mempermudah untuk diakses oleh siapa saja
(khususnya petani) dan dimana saja ( asalkan tersedia jaringan internet).
Dari
sisi client, halaman web dapat dibuka menggunakan berbagai macam browser
(software) seperti internet eksplorer, opera, mozila firefox dan lain sebagainya.
Sedangkan dari sisi server biasanya dengan meletakkan file-file ke web hosting
yang mendukung bahasa PHP dan database Mysql. Aplikasi ini
mudah diakses dari berbagai tempat dan di pihak pengguna tidak perlu
menyediakan aplikasi khusus, hanya perlu memiliki aplikasi browser saja, yang
biasanya aplikasi browser tersebut sudah ada pada waktu install sistem operasi
(Windows/Linux).
Jadi, pada jurnal ini penggunaan OA
sangat diperlukan misalnya untuk melihat halaman web dapat dibuka menggunakan berbagai macam browser (software)
seperti internet eksplorer, opera, mozila firefox dan lain sebagainya tujuannya
untuk memudahkan khususnya petani dalam mendiagnosa jenis penyakit pada
tanaman padi.
Soal Pertemuan 12
Untuk yang mengambil Sistem pakar, sebutkan bagian
utama sistem pakar pada jurnal tersebut?
Jawab 1
Rancang Bangun Sistem Aplikasi
Sistem Pakar untuk Menentukan Jenis Gangguan Perkembangan Apada Anak
1. USER
INTERFACE
Aplikasi
untuk menentukan jenis gangguan perkembangan pada anak di bawah umur 10 tahun.
2. KNOWLEDGE BASE
a. Analisa
masalah
Pada
sebagian besar kasus keterbelakangan mental , penyebabnya tidak diketahui;
hanya 25% kasus yang memiliki penyebab yang spesifik biasanya mulai timbul
sebelum usia 10 tahun (Maharani,2007).
3. INFERENCE
ENGINE
·
Diagnosa
Keterbelakangan mental
·
Pengobatan
Keterbelakangan mental
·
Pencegahan
Keterbelakangan mental (Konsultasi
genetic)
4. DEVELOPMENT
ENGINE
Workplace dan website
Jawab 2
Sistem
Pakar Dignosa Penyakit Tanaman Padi Berbasis Web Dengan Forward Dan Backward Chaining
1.
User
Interface
Tidak ada.
2.
Knowledge
Base
·
Masalah
Banyak kerugian
yang diakibatkan karena adanya penyakit tanaman yang terlambat untuk
didiagnosis dan sudah mencapai tahap yang parah dan menyebabkan terjadinya
gagal panen. Sebenarnya setiap penyakit tanaman tersebut sebelum mencapai tahap
yang lebih parah dan meluas umumnya menunjukkan gejala-gejala penyakit yang
diderita tetapi masih dalam tahap yang ringan dan masih sedikit. Tetapi petani
sering mengabaikan hal ini karena ketidaktahuannya dan menganggap gejala
tersebut sudah terbiasa terjadi pada masa tanam, sampai suatu saat timbul
gejala yang sangat parah dan meluas, sehingga sudah terlambat untuk
dikendalikan.
·
Penyelesaian
Masalah
Untuk mengatasi
semua persoalan yang dihadapi petani, pada penelitian ini dibuat suatu aplikasi
system pakar yang meberikan informasi mengenai hama penyakit tanaman dan dapat
mendiagnosa gejala-gejala penyakit tanaman, khususnya tanaman padi, sekaligus
memberikan solusi penanggulangannya, yang nantinya dapat digunakan untuk
mengurangi atau memperkecil resiko kerusakan tanaman.
3.
Inference
Engine
Digunakannya
dua metode inferensi yaitu forward chaining dan backward chaining, sedangkan
persoalan yang dibahas mengenai penyakit tanaman padi dan gejala-gejala yang
menyertainya.
User,
secara spesifik petani akan memilih gejala tersebut sesuai dengan gejala-gejala
yang dialami pada tanaman padi miliknya. Cara memilih adalah dengan klik pada
kotak di depan kalimat tersebut, sampai muncul tanda V. Gejala yang dipilih
bisa lebih dari satu disesuaikan dengan kondisi tanaman padi.
Hasil
diagnosa dari system pakar berbasis web dengan metode inferensi forward
chaining dan backward chaining akan dapat menampilkan nama penyakit,
gejala-gejala yang menandai penyakit tersebut, penjelasan mengenai penyakit dan
langkah-langkah pengendalian teknis terhadap penyakit tersebut.
4.
Development
Engine
System
pakar ini dibuat berbasis web dengan menggunakan PHP dan database Mysql.
BAB III
PENUTUP
3.1
KESIMPULAN
Rancang Bangun Sistem Aplikasi
Sistem Pakar untuk Menentukan Jenis Gangguan Perkembangan Apada Anak
Kelebihannya,
masyarakat awam non-pakar dapat memanfaatkan keahlian di dalam bidang tertentu tanpa kesadaran langsung
seorang pakar, meningkatkan produktivitas kerja, yaitu bertambahnya efisiensi
pekerjaan tertentu serta hasil solusi kerja, penghematan waktu dalam
menyelesaikan masalah yang kompleks, memberikan penyederhanaan solusi untuk
kasus-kasus yang kompleks dan berulang-ulang, pengetahuan dari seorang pakar
dapat dikombinasikan tanpa ada batas waktu, memungkinkan penggabungan berbagai
bidang pengetahuan dari berbagai pakar untuk dikombinasikan.
Kekurangannya, Daya kerja dan
produktivitas manusia menjadi berkurang karena semuanya dilakukan secara
otomatis oleh system, para ahli yang mengemukakan pendapatnya tidak
dipublikasikan secara umum atau tidak diketahui siapa yang mengemukakan teori
jurnal system pakar tersebut.
Sistem
Pakar Dignosa Penyakit Tanaman Padi Berbasis Web Dengan Forward Dan Backward
Chaining
Kelebihannya, system
ini dibangun untuk menyimpan pengetahuan keahlian seorang pakar pertanian
khususnya padi, sehingga system dapat dijadikan asisten pandai di bidangnya
sebagai sumber pengetahuan oleh user. Pembangunan system dirancang sedemikian
rupa sehingga dapat mengadopsi perkembangan penyakit penalaran
Kekurangannya,
daya kerja dan produktivitas manusia menjadi
berkurang karena semuanya dilakukan secara otomatis oleh system. Para ahli yang
mengemukakan pendapatnya tidak dipublikasikan secara umum atau tidak diketahui
siapa yang mengemukakan teori jurnal system pakar tersebut.
Kesimpulan
dari ke-2 jurnal tersebut yaitu sama-sama mendiagnosa suatu gangguan dengan
sitem kerja memasukan dan meneliti gejala-gejala yang dialami dengan
menggunakan metode yang berbeda.
Sehingga dapat
disimpulkan pada jurnal rancang bangun aplikasi sistem pakar , sistem ini berusaha
mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan
masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Artinya system pakar dapat
mensubstitusikan pengetahuan manusia ke dalam bentuk sistem, sehingga dapat
digunakan oleh orang banyak seperti dalam menentukan berbagai jenis gangguan
atau penyakit.
Sedangkan,
pada jurnal sistem pakar dignosa penyakit tanaman
padi dapat disimpulkan bahwa kepakaran
ditransfer dari seorang pakar ke komputer, pengetahuan yang ada disimpan dalam
komputer, dan pengguna dapat berkonsultasi pada komputer itu untuk suatu
nasehat, lalu komputer dapat mengambil inferensi (menyimpulkan, mendeduksi, dan
lain-lain) seperti layaknya seorang pakar, kemudian menjelaskannya ke pengguna
tersebut, bila perlu dengan alasan-alasannya. Jadi, system pakar dalam mendiagnosa jenis penyakit pada tanaman padi
dapat membantu petani mendiagnosa penyakit dan memberikan pengetahuan tentang
jenis penyakit pada tanaman tersebut.
3.2 SARAN
Penulis
menyadari tentang penyusunan makalah ini, tentu masih banyak kesalahan dan
kekurangan.
Penulis
banyak berharap para pembaca memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis
untuk menyempurnakan makalah ini dan
penulisan makalah. Semoga makalah ini
berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca pada umumnya.
3.3 DAFTAR PUSTAKA
RANCANG BANGUN APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK MENENTUKAN
JENIS GANGGUAN PERKEMBANGAN PADA ANAK
Berndt,
T. J. (1992). Child Development. New York: Brace Jovenovich College
Publisher.
Dewi,
F., Ir. (1999). Anak dan Lingkungan Sosialnya. Jogjakarta: Jurnal Ilmiah
Psikologi. Gunawan, J., Dra. (2001). Autis. Blog Julianita Gunawan.
Jurnal.
(2003) Jurnal Ilmiah Psikilogi UGM. Jogjakarta: Jurnal Psikologi.
Kusumadewi,
S. (2003). Artificial Intelligence (Teknik dan Aplikasinya). Yogyakarta:
Graha Ilmu.
Le
Fanu, J. (2002). Deteksi Dini Gangguan Perkembangan pada Anak. London:
James Le Fanu.
Maslim,
R. (2002). Diagnosis Gangguan Jiwa Rujukan Ringkas dari PPDGJ. Jakarta: Rusdi
Maslim.
Maharani,
V. T. (2007). Keterbelakangan Mental. Blog Tanaya Maharani.
Turban,
E. (1995). Decision Support and Expert System; Management Support
System. Newyork: Prentice-Hall.
WHO.
(1992). The ICD-10 Classification of Mental and Behavioral Disorders http://www.mentalhealth.com.
SISTEM PAKAR DIGNOSA PENYAKIT
TANAMAN PADI BERBASIS WEB DENGAN FORWARD DAN BACKWARD CHAINING
[1]. Chen X., Luo Q., Jiang Y., Lv Z.,
and Wu S., “A WebGIS Expert System for
Rice Brown Planthopper Disaster Early-Warning in China’s Shanghai”.
Bioinformatics and Biomedical Engineering, ICBBE, The 2nd International
Conference on, pp 2485-2488, May 2008.
[2]. Handayani, L., Sutikno, T., “Sistem Pakar Berbasis Web Dengan Shell
e2glite untuk Diagnosa Penyakit Hati”, Jurnal Telkomnika, Vol.2 No.1, pp
63-70, April 2004.
[3]. Turban E., Aronson J.E., Liang
T.P., “Decision Support Systems and
Intelligent Systems (Sistem
Pendukung Keputusan dan Sistem Cerdas)”, Edisi 7, Jilid 2, CV.Andi Offset,
Yogyakarta, 2005.
[4]. “Pedoman Deteksi Dini Serangan OPT (Penyakit Tanaman Padi”, Dirjend.
Tanaman Pangan, Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, Jakarta, 2007.
[5]. “Pengenalan dan Pengendalian OPT Padi”, Dirjend. Tanaman Pangan dan
Holtikultura, Direktorat Bina Perlindungan Tanaman, Jakarta, 1994.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar