Selasa, 02 Agustus 2016

                                                 KATA PENGANTAR

          Segala puji kami panjatkan kehadit Allah SWT, sebab atas berkat dan hidayah Nya tugas ini dapat tersusun.
            Dalam makalah  ini terdapat materi mengenai Pengantar Sistem Informasi Manajemen. Harapan kami semoga makalah ini dapat membantu menambah pengetahuan. 
            Pengantar Sistem Informasi Manajemen sangat diperlukan, sebagai mahasiswa komputerisasi akuntansi, makalah  ini dapat  berguna untuk mempelajari dan memahami lebih dalam materi pengantar sistem informasi manajemen.
            Untuk itu kami mengucapkan terimakasih kepada dosen yang telah membimbing. Mohon maaf apabila dalam pembuatan makalah ini terdapat kesalahan dan kekurangan. Saran dan masukan yang membangun akan kami terima sebagai bahan koreksi. Semoga makalah ini dapat berguna dan bermanfaat.





                                                                                                Sukabumi, 30 Desember 2015
                                                                                                            Penyusun



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………………………………………………….…….….i
DAFTAR ISI………………………………………………………………….…………….…ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG…………………….……………………………….….….………..1
1.2 TUJUAN PEMBAHASAN……………………………………..……………..……….….2
BAB II PEMBAHASAN…………………………………………….………….…....…….…3
BAB III PENUTUP
3.1 KESIMPULAN…………………………………………..………………….….…….…..20
3.2 SARAN…………………………………….……………………….…………………..…21
3.3 DAFTAR PUSTAKA…………………..…………………...…………….………………22









BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR  BELAKANG
            Perkembangan komputer dewasa ini telah mengalami banyak perubahan yang sangat pesat, seiring dengan kebutuhan manusia yang semakin banyak dan kompleks. Komputer yang pada awalnya hanya digunakan oleh para akademisi dan militer, kini telah digunakan secara luas di berbagai bidang, misalnya: Bisnis, Kesehatan, Pendidikan, Psikologi, Permainan dan sebagainya. Hal ini mendorong para ahli untuk semakin mengembangkan komputer agar dapat membantu kerja manusia atau bahkan melebihi kemampuan kerja manusia.
                Kecerdasan buatan atau artificial intelligence merupakan bagian dari ilmu komputer yang membuat agar mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia.
            Sistem Pakar (Expert System) adalah program berbasis pengetahuan yang menyediakan solusi-solusi dengan kualitas pakar untuk problema-problema dalam suatu domain yang spesifik.
Sistem pakar merupakan program computer yang meniru proses pemikiran dan pengetahuan pakar dalam menyelesaikan suatu masalah tertentu.
Implementasi sistem pakar banyak digunakan dalam bidang psikologi karena sistem pakar dipandang sebagai cara penyimpanan pengetahuan pakar pada bidang tertentu dalam program komputer sehingga keputusan dapat diberikan dalam melakukan penalaran secara cerdas.
Salah satu implementasi yang diterapkan sistem pakar dalam bidang psikologi, yaitu untuk sistem pakar menentukan jenis gangguan perkembangan pada anak dengan menggunakan metode Certainty Factor (CF). Sistem pakar pun dapat mendignosa penyakit tanaman padi berbasis web dengan menggunakan metode forward dan backward chaining.




1.2 TUJUAN PEMBAHASAN
1.      Untuk menyelesaikan salah satu tugas mata kuliah Pengantar Sistem Informasi Manajemen.
2.      Dapat menyelesaikan masalah dan menjawab soal dari setiap materi dengan menggunakan jurnal rancang bangun aplikasi system pakar dan sistem pakar dignosa penyakit tanaman padi berbasis web dengan forward dan backward chaining.
3.      Setelah mengetahui bagaimana cara menyelesaikan soal tersebut, diharapkan dapat mengerjakan soal-soal dari setiap materi dengan baik.
4.      Dengan  mengetahui tentang sistem informasi manajemen (SIM) maka penulis maupun pembaca dapat menambah wawasan yang menyangkut dunia manajemen.
5.      Dapat mengetahui cara kerja dari kedua jurnal tersebut pada aplikasi sistem pakar.














BAB II
PEMBAHASAN          
Soal Pertemuan 1
Jelaskan elemen-elemen, pemakai sistem, konsep sistem dan kualitas sistem pada jurnal tersebut?
Jawab

Elemen-Elemen Sistem
1.   Tujuan
a.  Agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli
b.   Dengan sistem ini, orang awam dapat menyelesaikan masalah tertentu baik‘sedikit’ rumit ataupun rumit sekalipun ‘tanpa’ bantuan para ahli dalam bidang tersebut. Sedangkan bagi para ahli, sistem ini dapat digunakan sebagai asisten yang berpengalaman.
c.  Aplikasi yang dikembangkan ini bertujuan untuk menentukan jenis gangguan perkembangan pada anak di bawah umur 10 tahun dengan hanya memperhatikan gejalagejala yang dialami yaitu dengan menggunakan metode Certanty Factor (CF).
2.      Batasan
Computer, karena computer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Atau dengan kata lain sistem pakar adalah sistem yang didesain dan diimplementasikan dengan bantuan bahasa pemrograman tertentu untuk dapat menyelesaikan masalah seperti yang dilakukan oleh para ahli.
3.      Control
Controlnya adalah System pakar. Sistem pakar (expert system) secara umum adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli.
Sistem Pakar (Expert System) adalah program berbasis pengetahuan yang menyediakan solusi-solusi dengan kualitas pakar untuk problema-problema dalam suatu domain yang spesifik.
Sistem pakar merupakan program computer yang meniru proses pemikiran dan pengetahuan pakar dalam menyelesaikan suatu masalah tertentu.
4.  Input
Masalah gangguan perkembangan pada anak.
5.   Proses
Memperhatikan gejala-gejala yang dialami. Aplikasi yang dikembangkan ini bertujuan untuk menentukan jenis gangguan perkembangan pada anak di bawah umur 10 tahun dengan hanya memperhatikan gejala-gejala yang dialami.
6.   Output
Menentukan jenis gangguan perkembangan pada anak
7.      Pemakai
Pemakainya adalah manusia. Diharapkan dengan system ini, orang awam dapat menyelesaikan masalah tertentu baik sedikit rumit atau rumit sekalipun tanpa bantuan para ahli dalam bidang tersebut.
8.      Akurat
Akurat, karena dengan menggunakan metode certainty factor, didapatkan nilai kemungkinan gangguan yang dialami pasien.
9.      Tepat Waktu
Tepat waktu, karena saat orang tua tidak mengetahui mengenai gangguan jenis yang dialami oleh anak mereka, dengan adanya aplikasi ini dapat membantu orangtua untuk menentukan jenis gangguan yang dilami oleh sang anak.
10.  Mudah Dimengerti
Mudah dimengerti, karena bahasa dan kosakata asing yang ditulis dalam jurnal ini tidak menggunakan kata yang terlalu sulit dan bahasanya mudah dipahami.






Soal Pertemuan 2
Menentukan apakah sistem informasi pada jurnal tersebut sudah komputerisasi /manual. Sebutkan dan jelaskan komponen SI tersebut?

Jawab
Sudah komputerisasi. Karena sistem pakar secara umum adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli.
Komponen SI nya itu sendiri, pengetahuan manusia diadopsi ke dalam komputer (hardware) dan membuat aplikasi sistem pakar (software) yang dapat menentukan jenis gangguan pada anak dibawah 10 tahun dengan hanya memperhatikan gejala-gejala yang dialami (procedure), sistem ini dapat membantu orang awam (people) agar mendapatkan nilai kemungkinan gangguan yang dialami anak (database).

Soal Pertemuan 3
Sebutkan dan jelaskan faktor yang menjadi bahan pertimbangan perusahaan dalam menerapkan system informasi tersebut (jurnal)

Jawab

FAKTOR YANG MENJADI BAHAN PERTIMBANGAN     
1.      RELIABILITAS SISTEM
System pakar dalam mengidentifikasi suatu gejala dapat  melakukan proses secara berulang. Perhitungan dengan menggunakan metode ini dalam sekali hitung hanya dapat mengolah dua data saja sehingga keakuratan data dapat terjaga. Dalam system pakar ini memiliki realibilitas, karena dalam pengukuran atau ketepatannya  dapat di percaya. Tetapi jika user kurang teliti dalam memilih gejala, maka sistem akan memberikan kesimpulan yang kurang benar.
2.      KEMUDAHAN
Pemakai tak mengalami banyak kesulitan untuk mengakses system. Karena yang menjalankan aplikasi system pakar ini adalah seorang pakar yang mengerti mengenai aplikasi yang dijalankannya.
Seorang pakar mempunyai pengetahuan tentang masalah yang khusus. Dalam hal ini disebut domain knowledge. Penggunaan kata ‘domain’ untuk memberikan penekanan pengetahuan pada problem yang spesifik. Pakar menyimpan domain knowledge pada Long Term Memory (LTM) atau ingatan jangka panjangnya.
Ketika pakar akan memberikan nasihat atau solusi kepada seseorang, pakar terlebih dahulu menentukan fakta-fakta dan menyimpannya ke dalam Short Term Memory (STM) atau ingatan jangka pendek. Kemudian pakar memberikan solusi tentang masalah tersebut dengan mengkombinasikan fakta-fakta pada STM dengan pengetahuan LTM. Dengan menggunakan proses ini pakar mendapatkan informasi baru dan sampai pada kesimpulan masalah.
System pakar dapat memecahkan masalah menggunakan proses yang sama dengan metode yang digunakan oleh pakar.

3.      KELUWESAN
Aplikasi system pakar ini mampu menganalisis jenis gangguan yang dialami oleh pasien berdasarkan gejala-gejala yang dimasukan oleh user . Aplikasi mampu menyimpan representasi pengetahuan pakar berdasarkan nilai kebenaran MB dan nilai ketidak benaran MD. Aplikasi system pakar ini sudah dapat menjelaskan definisi jenis gangguan perkembangan,penyebab dan pengobatannya.
Jadi system pakar ini tidak dapat diubah, karena telah menggunakan metode-metode dan aplikasi tertentu untuk dapat menentukan jenis gangguan perkembangan yang dialami oleh anak di bawah umur 10 tahun.

4.      JADWAL INSTALASI
Sistem pakar merupakan cabang dari artificial intelegent (AI) yang cukup tua karena system ini telah mulai dikembangkan pada pertengahan tahun 1960. System pakar yang muncul pertama kali adalah general-purpose problem solver (GPS) yang dikembangkan oleh newl dan simon. Sampai saat ini sudah banyak system pakar yang dibuat, seperti MYCIN, DENDRAL, XCON & XSEL, SOPHIE, Prospector, FOLIO, DELTA, dan sebagainya. System ini akan bisa dipakai apabila telah ditemukan pasien yang mengalami gangguan perkembangan pada anak.

5.      HARAPAN UMUR SISTEM
Sistem pakar itu sendiri mulai dikembangkan pada pertengahan tahun 1960, sampai sekarang system pakar ini masih digunakan. Karena belum ditemukannya ancaman untuk system pakar ini, sehingga system pakar ini belum dapat diperhitungkan sampai berapa lama system ini digunakan karena perkembangan teknologi.
6.     KEMUDAHAN DIPELIHARA
Sistem pakar memiliki dokumentasi sistem yang lengkap seperti adanya basis pengetahuan dan adanya fasilitas penalaran, system pakar dapat memberikan informasi tentang kesimpulan yang diambil. Serta  adanya control, proses mencari kesalahan dan memperbaiki solusi (debugging), diagnosa dan lain-lain.
Dalam sistem pakar, basis pengetahuan  berperan dalam proses mengumpulkan, mengorganisasikan, maupun mendapatkan kembali suatu pengetahuan. Dalam basis pengetahuan berisi pengetahuan-pengetahuan pakar berupa fakta-fakta, konsep, aturan dan prosedur. Sistem pakar pun mudah dipelihara karena adanya data , informasi, serta pengetahuan.










Soal Pertemuan 4
Latihan Sebutkan Ancaman dan keunggulan sistem informasi pada jurnal tersebut!

Jawab

Keunggulan atau kelebihan
1.      Aplikasi sistem pakar yang dibuat ini mampu menganalisis jenis gangguan perkembangan yang dialami pasien berdasarkan gejala-gejala yang dimasukkan oleh user.
2.       Aplikasi mampu menyimpan representasi pengetahuan pakar berdasarkan nilai kebenaran MB dan nilai ketidakbenaran MD.
3.      Aplikasi system pakar ini sudah dapat menjelaskan definisi jenis gangguan perkembangan, penyebab, dan pengobatannya.
4.      Aplikasi ini tentunya dapat sangat mempermudah pekerjaan psikolog dalam menganalisi suatu gangguan.
5.      Aplikasi ini mempermudah bagi orangtua yang memerlukan bantuan tentang hal-hal yang dialami oleh anak mereka. Terutama bagi orangtua tentang apa yang dialami oleh anak-anak mereka shingga tidak mengalami keterlambatan dalam memberikan pengobatan atau terapi.
6.      Metode ini cocok dipakai dalam system pakar untuk mengukur sesuatu apakah pasti atau tidak pasti dalam mendiagnosis penyakit sebagai salah satu contohnya.
7.      Perhitungan dengan menggunakan metode ini dalam sekali hitung hanya dapat mengolah dua data saja sehingga keakuratan data dapat terjaga.
8.      Memungkinkan orang awam bisa mengerjakan pekerjaan para ahli
9.      Bisa melakukan proses secara berulang secara otomatis
10.  Menyimpan pengetahuan dan keahlian para pakar
11.  Meningkatkan output dan produktivitas
12.  Meningkatkan kualitas
13.  Mampu mengambil dan melestarikan keahlian para pakar (terutama yang termasuk keahlian langka).
14.  Mampu beroperasi dalam lingkungan yang berbahaya.
15.  Memiliki kemampuan untuk mengakses pengetahuan.
16.  Memiliki reliabilitas.
17.  Meningkatkan kapabilitas system computer.
18.  Memiliki kemampuan untuk bekerja dengan informasi yang tidak lengkap dan mengandung ketidakpastian.
19.  Sebagai media pelengkap dalam pelatihan.
20.  Menigkatkan kapabilitas dalam penyelesaian masalah.
21.  Menghemat waktu dalam pengambilan keputusan.
22.  Memberikan respon (jawaban) yang cepat.
23.  System pakar dapat digunakan untuk mengakses basis data dengan cara cerdas.

Ancaman
Untuk saat ini belum ditemukan ancaman untuk aplikasi system pakar. Karena pada saat ini manusia masih menggunakan system pakar untuk mengidentifikasi masalah pada jenis gangguan yang di alami oleh manusia itu sendiri. Selain untuk mengidentifikasi berbagai jenis gangguan pada manusia dengan menggunakan metode certainty factor, system ini pun dapat mengidentifikasi jenis gangguan pada hewan, tumbuhan dan lain-lain. Sehingga manusia belum dapat mendapatkan aplikasi yang baru untuk menggantikan aplikasi system pakar ini.
System pakar ini banyak diterapkan dalam berbagai bidang, seperti dalam bidang sains, pendidikan atau ilmu pengetahuan, bisnis, pertanian, psikologi, eksplorasi alam, kesehatan. Sehingga dapat memungkinkan orang awam bisa mengerjakan pekerjaan seperti yang biasa dilakukan para ahli.


Soal Pertemuan 5
Menentukan dan menjelaskan jenis sistem informasi dilihat dari sisi penerapan IT

Jawab

Jurnal rancang bangun aplikasi system pakar termasuk dalam kategori E-learning.  Karena, system pakar merupakan salah satu bidang kecerdasan buatan (artificial inteligence), yaitu sebuah program computer yang dirancang untuk mengambil keputusan seperti keputusan yang diambil oleh seorang pakar, dimana system pakar menggunakan pengetahuan (knowledge), fakta, dan teknik berfikir dalam menyelasaikan masalah-masalah yang biasanya hnya dapat diselesaikan  oleh seorang pakar dari bidang yang bersangkutan.
Dalam pengembangan suatu system pakar, pengetahuan mungkin saja berasal dari seorang ahli, bahkan pengetahuan dapat berasal dari berbagai media seperti majalah, buku, jurnal, dan sebagainya. Semakin banyak pengetahuan yang dimasukan kedalam system pakar, maka system tersebut akan semakin baik dalam bertindak, sehingga hampir menyerupai pakar yang sebenarnya.
System pakar disusun oleh dua bagian utama, yaitu lingkungan pengembangan dan lingkungan konsultasi. Lingkungan pengembangan system pakar digunakan untuk memasukan pengetahuan pakar kedalam lingkungan system pakar, sedangkan lingkungan konsultasi digunakan oleh pengguna yang bukan pakar guna memperoleh pengetahuan pakar.
System pakar dapat diterapkan dalam berbagai bidang, seperti sains, pendidikan, kesehatan, dan sebagainya.

Soal Pertemuan 6
Latihan Menentukan teknologi pendukung, perangkat keras komunikasi dan teknik pengolahan data

Jawab

TEKNOLOGI PENDUKUNG JURNAL RANCANG BANGUN APLIKASI SISTEM  PAKAR
A.    Perangkat Keras (Hardware)
1.      Input Device                     : -
2.      Output Device                  : -
3.      Central Processing Unit (CPU)
4.      Input/Output Device         : -
5.      Memory                             : -

B.     Perangkat Lunak (Software)
1.      System Operasi                 : Certainty Factor
2.      Bahasa Pemrograman        : Mesin Inference
3.      Program Aplikasi              : -

C.     Database
1.      Database Operasional       : Anak di bawah umur 10 tahun (pasien)
2.      Database Terdistribusi      : Data pasien yang akan ditangani psikolog/ahli
3.      Database Eksternal           : IPTEK, psikologis

D.    Perangkat Keras Komunikasi
-          Half Duplex

E.     Teknik Pengolahan Data
-          On Line Processing

Soal pertemuan 9
Dilihat dari konsep CBIS sistem dalam jurnal temasuk kedalam komponen cbis yg mana ? Jelaskan!

Jawab 1
Jurnal Rancang Bangun Sistem Aplikasi Sistem Pakar untuk Menentukan Jenis Gangguan Perkembangan Apada Anak

            Didalam jurnal rancang bangun aplikasi system pakar menggunakan komponen cbis sistem pakar (ES).
Penjelasannya :
Salah satu contoh yang diterapkan didalam sistem pakar seperti dalam bidang psikologi, yaitu untuk menentukan jenis gangguan perkembangan pada anak dibawah umur 10 tahun dengan hanya memperhatikan gejala-gejala yang dialami. Dengan menggunakan metode Certanty Factor (CF), didapatkan nilai kemungkinan gangguan yang dialami pasien.
Keunggulannya, diharapkan dengan system pakar ini orang awam dapat menyelesaikan masalah tertentu baik ‘sedikit’ rumit ataupun rumit sekalipun ‘tanpa’ bantuan para ahli dalam bidang tersebut. Sedangkan keunggulan bagi para ahli, sistem ini dapat digunakan sebagai asisten yang berpengalaman.
            Kekurangannya, Daya kerja dan produktivitas manusia menjadi berkurang karena semuanya dilakukan secara otomatis oleh system, para ahli yang mengemukakan pendapatnya tidak dipublikasikan secara umum atau tidak diketahui siapa yang mengemukakan teori jurnal system pakar tersebut.
Kesimpulannya, alasan kami memilih system pakar dalam komponen cbis karena system pakar berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Artinya system pakar dapat mensubstitusikan pengetahuan manusia ke dalam bentuk sistem, sehingga dapat digunakan oleh orang banyak seperti dalam menentukan berbagai jenis gangguan atau penyakit.

Jawab 2
Sistem Pakar Dignosa Penyakit Tanaman Padi Berbasis Web Dengan Forward Dan Backward Chaining

            Didalam jurnal system pakar diagnose penyakit tanaman padi berbasis web dengan forward dan backward chaining menggunakan komponen cbis sistem pakar (ES).
Penjelasannya :
            Implementasi system pakar ini dibuat dengan berbasis web agar dapat diakses dan dimanfaatkan masyarakat luas khususnya oleh petani. Sebagai contoh dalam bidang pertanian, dapat mendiagnosa penyakit tanaman padi dengan menggunakan dua metode inferensi yaitu forward chaining dan backward chaining.
            Keunggulannya :
1.      system ini dibangun untuk menyimpan pengetahuan keahlian seorang pakar pertanian khususnya padi, sehingga system dapat dijadikan asisten pandai di bidangnya sebagai sumber pengetahuan oleh user.
2.      Pembangunan system dirancang sedemikian rupa sehingga dapat mengadopsi perkembangan penyakit penalaran
Kekurangannya:
1.      Daya kerja dan produktivitas manusia menjadi berkurang karena semuanya dilakukan secara otomatis oleh system,
2.      Para ahli yang mengemukakan pendapatnya tidak dipublikasikan secara umum atau tidak diketahui siapa yang mengemukakan teori jurnal system pakar tersebut.

            Kesimpulan nya kepakaran ditransfer dari seorang pakar ke komputer, pengetahuan yang ada disimpan dalam komputer, dan pengguna dapat berkonsultasi pada komputer itu untuk suatu nasehat, lalu komputer dapat mengambil inferensi (menyimpulkan, mendeduksi, dan lain-lain) seperti layaknya seorang pakar, kemudian menjelaskannya ke pengguna tersebut, bila perlu dengan alasan-alasannya. Jadi, system pakar dalam mendiagnosa jenis penyakit pada tanaman padi dapat membantu petani mendiagnosa penyakit dan memberikan pengetahuan tentang jenis penyakit tersebut.

           
Soal Pertemuan 10
Jelaskan pendapat kelompok tentang jurnal tersebut baik atau kurang? Jelaskan alasannya?
                       
Jawab 1
              Jurnal Rancang Bangun Sistem Aplikasi Sistem Pakar untuk Menentukan Jenis Gangguan Perkembangan Apada Anak

Pendapat kami tentang jurnal rancang bangun aplikasi system pakar ini baik, tetapi terdapat kekuranngan dalam jurnal rancang bangun aplikasi system pakar.

Alasan baik :
1. Terdapat manfaat didalam jurnal system pakar seperti dalam bidang psikologi, yaitu untuk menentukan jenis gangguan perkembangan pada anak.
 Aplikasi yang dikembangkan ini bertujuan untuk menentukan jenis gangguan perkembangan pada anak di bawah umur 10 tahun dengan hanya memperhatikan gejala-gejala yang dialami. Contoh satu bentuk gangguan perkembangan pada anak adalah conduct disorder. Conduct disorder adalah satu kelainan perilaku dimana anak sulit membedakan benar salah atau baik dan buruk, sehingga anak merasa tidak bersalah walaupun sudah berbuat kesalahan. Dampaknya akan sangat buruk bagi perkembangan sosial anak tersebut. Dengan menggunakan metode Certanty Factor (CF), didapatkan nilai Kemungkinan gangguan yang dialami pasien.

2. Sistem pakar berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli.
Aplikasi system pakar ini dapat meningkatkan produktivitas kerja, yaitu bertambahnya efisiensi pekerjaan tertentu serta hasil solusi kerja, tetapi tujuannya bukan untuk menggantikan peran manusia, tetapi untuk mensubstitusikan pengetahuan manusia ke dalam bentuk sistem, sehingga dapat digunakan oleh orang banyak.

3. Aplikasi ini baik juga digunakan oleh non pakar untuk menyelesaikan masalah tertentu baik sedikit’ rumit ataupun rumit sekalipun ‘tanpa’ bantuan para ahli dalam bidang tersebut.

Alasan kurang:
Didalam jurnal system pakar pun terdapat kekurangannya, para ahli yang mengemukakan pendapatnya tidak dipublikasikan secara umum atau tidak diketahui siapa yang mengemukakan teori jurnal system pakar tersebut. Biaya yang diperlukan untuk membuat, dan memeliharanya sangat mahal.

Jawab 2
Sistem Pakar Dignosa Penyakit Tanaman Padi Berbasis Web Dengan Forward Dan Backward Chaining       
           
Pendapat kami tentang jurnal sistem pakar dignosa penyakit tanaman padi ini baik, tetapi terdapat kekuranngan dalam jurnal rancang bangun aplikasi system pakar.

Alasan baik :
1.      Membantu petani dalam mendiagnosa penyakit tanaman padi.
2.      System pakar diagnosa penyakit tanaman padi berbasis web yang telah dikembangkan mempunyai keunggulan dalam kemudahan akses dan kemudahan pemakaian.
3.      Sebagai alat bantu untuk diagnosa penyakit tanaman padi dan dapat diakses oleh petani dimanapun juga untuk mengatasi persoalan keterbatasan jumlah pakar pertanian dalam membantu petani mendiagnosa penyakit tanaman padi.

Alasan kurang :
Didalam jurnal system pakar pun terdapat kekurangannya, para ahli yang mengemukakan pendapatnya tidak dipublikasikan secara umum atau tidak diketahui siapa yang mengemukakan teori jurnal system pakar tersebut.


Soal Pertemuan 11
Apakah pada jurnal tersebut penggunaan OA sangat diperlukan? Sebutkan dan jelaskan!
Jawab 1
Rancang Bangun Sistem Aplikasi Sistem Pakar untuk Menentukan Jenis Gangguan Perkembangan Apada Anak

Pada jurnal rancang bangun aplikasi system pakar tidak diperlukan penggunaan OA. Karena, Otomatisasi kantor (office automation/OA) memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas diantara para manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat elektronik. OA telah berkembang meliputi beragam aplikasi seperti konferensi jarak jauh, voice mail, e-mail, electronik calendaring, facsimile transmission. Dengan tujuan utama meningkatkan produktifitas mereka.
Para pengguna OA ( otomatisasi kantor ) pada umumnya adalah Manajer, Profesional, pegawai administrasi dan Sekertaris. OA di khususkan untuk semua orang yang bekerja didalam kantor.
Sedangkan system pakar bertujuan untuk menganalisis jenis gangguan penyakit misalnya untuk menentukan jenis gangguan perkembangan pada anak dibawah umur 10 tahun dengan menggunakan metode certainty factor. Implementasi system pakar banyak digunakan dalam bidang psikologi tujuannya agar mengetahui gejala-gejala yang dialami pasien. Para pengguna system pakar adalah para ahli dan Masyarakat awam non-pakar. System pakar itu sendiri merupakan program computer yang meniru proses pemikiran dan pengetahuan pakar dalam menyelesaikan suatu masalah tertentu. Oleh karena itu, didalam jurnal rancang bangun aplikasi system pakar penggunaan OA tidak diperlukan, dan sumber pengetahuan dari jurnal ini diperoleh dari pakar, buku-buku, dan e-book yang mendukung.
Jawab 2
Sistem Pakar Dignosa Penyakit Tanaman Padi Berbasis Web Dengan Forward Dan Backward Chaining                   

            Penggunaan OA pada jurnal system pakar diagnosa penyakit tanaman padi sangat diperlukan. Karena, system pakar tersebut dapat membantu petani mendiagnosa jenis penyakit pada tanaman padi.
Pembangunan system dirancang sedemikian rupa sehingga dapat mengadopsi perkembangan penyakit penalaran yang digunakan berbasis aturan (Rule Based Reasoning).  Hasil implementasi system pakar diagnosa penyakit tanaman padi dengan menggunakan metode inferensi forward chaining dan backward chaining berbasis web mempermudah untuk diakses oleh siapa saja (khususnya petani) dan dimana saja ( asalkan tersedia jaringan internet).
            Dari sisi client, halaman web dapat dibuka menggunakan berbagai macam browser (software) seperti internet eksplorer, opera, mozila firefox dan lain sebagainya. Sedangkan dari sisi server biasanya dengan meletakkan file-file ke web hosting yang mendukung bahasa PHP dan database Mysql. Aplikasi ini mudah diakses dari berbagai tempat dan di pihak pengguna tidak perlu menyediakan aplikasi khusus, hanya perlu memiliki aplikasi browser saja, yang biasanya aplikasi browser tersebut sudah ada pada waktu install sistem operasi (Windows/Linux).
Jadi, pada jurnal ini penggunaan OA sangat diperlukan misalnya untuk melihat halaman web dapat dibuka menggunakan berbagai macam browser (software) seperti internet eksplorer, opera, mozila firefox dan lain sebagainya tujuannya untuk memudahkan khususnya petani dalam mendiagnosa jenis penyakit pada tanaman padi.


Soal Pertemuan 12
Untuk yang mengambil Sistem pakar, sebutkan bagian utama sistem pakar pada jurnal tersebut?

Jawab 1
Rancang Bangun Sistem Aplikasi Sistem Pakar untuk Menentukan Jenis Gangguan Perkembangan Apada Anak

1.      USER INTERFACE
Aplikasi untuk menentukan jenis gangguan perkembangan pada anak di bawah umur 10 tahun.

2.      KNOWLEDGE BASE
a.       Analisa masalah
Pada sebagian besar kasus keterbelakangan mental , penyebabnya tidak diketahui; hanya 25% kasus yang memiliki penyebab yang spesifik biasanya mulai timbul sebelum usia 10 tahun (Maharani,2007).

3.      INFERENCE ENGINE
·         Diagnosa Keterbelakangan mental
·         Pengobatan Keterbelakangan mental
·         Pencegahan Keterbelakangan mental (Konsultasi genetic)

4.      DEVELOPMENT ENGINE
Workplace dan website
Jawab 2
Sistem Pakar Dignosa Penyakit Tanaman Padi Berbasis Web Dengan Forward Dan Backward Chaining
1.      User Interface
Tidak ada.

2.      Knowledge Base
·         Masalah
Banyak kerugian yang diakibatkan karena adanya penyakit tanaman yang terlambat untuk didiagnosis dan sudah mencapai tahap yang parah dan menyebabkan terjadinya gagal panen. Sebenarnya setiap penyakit tanaman tersebut sebelum mencapai tahap yang lebih parah dan meluas umumnya menunjukkan gejala-gejala penyakit yang diderita tetapi masih dalam tahap yang ringan dan masih sedikit. Tetapi petani sering mengabaikan hal ini karena ketidaktahuannya dan menganggap gejala tersebut sudah terbiasa terjadi pada masa tanam, sampai suatu saat timbul gejala yang sangat parah dan meluas, sehingga sudah terlambat untuk dikendalikan.
·         Penyelesaian Masalah
Untuk mengatasi semua persoalan yang dihadapi petani, pada penelitian ini dibuat suatu aplikasi system pakar yang meberikan informasi mengenai hama penyakit tanaman dan dapat mendiagnosa gejala-gejala penyakit tanaman, khususnya tanaman padi, sekaligus memberikan solusi penanggulangannya, yang nantinya dapat digunakan untuk mengurangi atau memperkecil resiko kerusakan tanaman.

3.      Inference Engine
Digunakannya dua metode inferensi yaitu forward chaining dan backward chaining, sedangkan persoalan yang dibahas mengenai penyakit tanaman padi dan gejala-gejala yang menyertainya.

User, secara spesifik petani akan memilih gejala tersebut sesuai dengan gejala-gejala yang dialami pada tanaman padi miliknya. Cara memilih adalah dengan klik pada kotak di depan kalimat tersebut, sampai muncul tanda V. Gejala yang dipilih bisa lebih dari satu disesuaikan dengan kondisi tanaman padi.
Hasil diagnosa dari system pakar berbasis web dengan metode inferensi forward chaining dan backward chaining akan dapat menampilkan nama penyakit, gejala-gejala yang menandai penyakit tersebut, penjelasan mengenai penyakit dan langkah-langkah pengendalian teknis terhadap penyakit tersebut.

4.      Development Engine
System pakar ini dibuat berbasis web dengan menggunakan PHP dan database Mysql.

BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Rancang Bangun Sistem Aplikasi Sistem Pakar untuk Menentukan Jenis Gangguan Perkembangan Apada Anak

Kelebihannya, masyarakat awam non-pakar dapat memanfaatkan keahlian di dalam bidang tertentu tanpa kesadaran langsung seorang pakar, meningkatkan produktivitas kerja, yaitu bertambahnya efisiensi pekerjaan tertentu serta hasil solusi kerja, penghematan waktu dalam menyelesaikan masalah yang kompleks, memberikan penyederhanaan solusi untuk kasus-kasus yang kompleks dan berulang-ulang, pengetahuan dari seorang pakar dapat dikombinasikan tanpa ada batas waktu, memungkinkan penggabungan berbagai bidang pengetahuan dari berbagai pakar untuk dikombinasikan. 
Kekurangannya, Daya kerja dan produktivitas manusia menjadi berkurang karena semuanya dilakukan secara otomatis oleh system, para ahli yang mengemukakan pendapatnya tidak dipublikasikan secara umum atau tidak diketahui siapa yang mengemukakan teori jurnal system pakar tersebut.

Sistem Pakar Dignosa Penyakit Tanaman Padi Berbasis Web Dengan Forward Dan Backward Chaining       

Kelebihannya, system ini dibangun untuk menyimpan pengetahuan keahlian seorang pakar pertanian khususnya padi, sehingga system dapat dijadikan asisten pandai di bidangnya sebagai sumber pengetahuan oleh user. Pembangunan system dirancang sedemikian rupa sehingga dapat mengadopsi perkembangan penyakit penalaran

Kekurangannya, daya kerja dan produktivitas manusia menjadi berkurang karena semuanya dilakukan secara otomatis oleh system. Para ahli yang mengemukakan pendapatnya tidak dipublikasikan secara umum atau tidak diketahui siapa yang mengemukakan teori jurnal system pakar tersebut.

Kesimpulan dari ke-2 jurnal tersebut yaitu sama-sama mendiagnosa suatu gangguan dengan sitem kerja memasukan dan meneliti gejala-gejala yang dialami dengan menggunakan metode yang berbeda.
Sehingga dapat disimpulkan pada jurnal rancang bangun aplikasi sistem  pakar , sistem ini berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Artinya system pakar dapat mensubstitusikan pengetahuan manusia ke dalam bentuk sistem, sehingga dapat digunakan oleh orang banyak seperti dalam menentukan berbagai jenis gangguan atau penyakit.
Sedangkan, pada jurnal sistem pakar dignosa penyakit tanaman padi dapat disimpulkan bahwa kepakaran ditransfer dari seorang pakar ke komputer, pengetahuan yang ada disimpan dalam komputer, dan pengguna dapat berkonsultasi pada komputer itu untuk suatu nasehat, lalu komputer dapat mengambil inferensi (menyimpulkan, mendeduksi, dan lain-lain) seperti layaknya seorang pakar, kemudian menjelaskannya ke pengguna tersebut, bila perlu dengan alasan-alasannya. Jadi, system pakar dalam mendiagnosa jenis penyakit pada tanaman padi dapat membantu petani mendiagnosa penyakit dan memberikan pengetahuan tentang jenis penyakit pada tanaman tersebut.


3.2 SARAN

Penulis menyadari tentang penyusunan makalah ini, tentu masih banyak kesalahan dan kekurangan.
Penulis banyak berharap para pembaca  memberikan  kritik dan saran yang membangun kepada penulis untuk menyempurnakan makalah  ini dan penulisan  makalah. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca pada umumnya.



3.3 DAFTAR PUSTAKA

RANCANG BANGUN APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK MENENTUKAN JENIS GANGGUAN PERKEMBANGAN PADA ANAK

Berndt, T. J. (1992). Child Development. New York: Brace Jovenovich College Publisher.
Dewi, F., Ir. (1999). Anak dan Lingkungan Sosialnya. Jogjakarta: Jurnal Ilmiah Psikologi. Gunawan, J., Dra. (2001). Autis. Blog Julianita Gunawan.
Jurnal. (2003) Jurnal Ilmiah Psikilogi UGM. Jogjakarta: Jurnal Psikologi.
Kusumadewi, S. (2003). Artificial Intelligence (Teknik dan Aplikasinya). Yogyakarta: Graha Ilmu.
Le Fanu, J. (2002). Deteksi Dini Gangguan Perkembangan pada Anak. London: James Le Fanu.
Maslim, R. (2002). Diagnosis Gangguan Jiwa Rujukan Ringkas dari PPDGJ. Jakarta: Rusdi Maslim.
Maharani, V. T. (2007). Keterbelakangan Mental. Blog Tanaya Maharani.
Turban, E. (1995). Decision Support and Expert System; Management Support System. Newyork: Prentice-Hall.
WHO. (1992). The ICD-10 Classification of Mental and Behavioral Disorders http://www.mentalhealth.com.


SISTEM PAKAR DIGNOSA PENYAKIT TANAMAN PADI BERBASIS WEB DENGAN FORWARD DAN BACKWARD CHAINING

[1]. Chen X., Luo Q., Jiang Y., Lv Z., and Wu S., “A WebGIS Expert System for Rice Brown Planthopper Disaster Early-Warning in China’s Shanghai”. Bioinformatics and Biomedical Engineering, ICBBE, The 2nd International Conference on, pp 2485-2488,  May 2008.
[2]. Handayani, L., Sutikno, T., “Sistem Pakar Berbasis Web Dengan Shell e2glite untuk Diagnosa Penyakit Hati”, Jurnal Telkomnika, Vol.2 No.1, pp 63-70, April 2004.
[3]. Turban E., Aronson J.E., Liang T.P., “Decision Support Systems and Intelligent Systems (Sistem Pendukung Keputusan dan Sistem Cerdas)”, Edisi 7, Jilid 2, CV.Andi Offset, Yogyakarta, 2005.
[4]. “Pedoman Deteksi Dini Serangan OPT (Penyakit Tanaman Padi”, Dirjend. Tanaman Pangan, Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, Jakarta, 2007.
[5]. “Pengenalan dan Pengendalian OPT Padi”, Dirjend. Tanaman Pangan dan Holtikultura, Direktorat Bina Perlindungan Tanaman, Jakarta, 1994.

MAKALAH PENGANTAR SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Diajukan untuk memenuhi matakuliah tugas Pengantar Sistem Informasi Manajemen

       DISUSUN OLEH:
  NURYANTI                                                              11151112
  NUR ISLAMIYATI                                                  11150481
  HANA SETIAWAN                                                 11151039
  SHELPI DEWI LESTARI                                        11151129  
  DESI PUSPITA SARI                                              11151108
  NENG SELLA ZAKIATUN N                                11151106
  IRA SINTIAWATI                                                   11151103     
 KELAS          : 11.1A.28
 JURUSAN     : KOMPUTERISASI AKUNTANSI
                      DOSEN                     : RIFA NURAFIFAH
        AMIK BSI SUKABUMI
     2015
                                                 KATA PENGANTAR

          Segala puji kami panjatkan kehadit Allah SWT, sebab atas berkat dan hidayah Nya tugas ini dapat tersusun.
            Dalam makalah  ini terdapat materi mengenai Pengantar Sistem Informasi Manajemen. Harapan kami semoga makalah ini dapat membantu menambah pengetahuan. 
            Pengantar Sistem Informasi Manajemen sangat diperlukan, sebagai mahasiswa komputerisasi akuntansi, makalah  ini dapat  berguna untuk mempelajari dan memahami lebih dalam materi pengantar sistem informasi manajemen.
            Untuk itu kami mengucapkan terimakasih kepada dosen yang telah membimbing. Mohon maaf apabila dalam pembuatan makalah ini terdapat kesalahan dan kekurangan. Saran dan masukan yang membangun akan kami terima sebagai bahan koreksi. Semoga makalah ini dapat berguna dan bermanfaat.





                                                                                                Sukabumi, 30 Desember 2015
                                                                                                            Penyusun



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………………………………………………….…….….i
DAFTAR ISI………………………………………………………………….…………….…ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG…………………….……………………………….….….………..1
1.2 TUJUAN PEMBAHASAN……………………………………..……………..……….….2
BAB II PEMBAHASAN…………………………………………….………….…....…….…3
BAB III PENUTUP
3.1 KESIMPULAN…………………………………………..………………….….…….…..20
3.2 SARAN…………………………………….……………………….…………………..…21
3.3 DAFTAR PUSTAKA…………………..…………………...…………….………………22









BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR  BELAKANG
            Perkembangan komputer dewasa ini telah mengalami banyak perubahan yang sangat pesat, seiring dengan kebutuhan manusia yang semakin banyak dan kompleks. Komputer yang pada awalnya hanya digunakan oleh para akademisi dan militer, kini telah digunakan secara luas di berbagai bidang, misalnya: Bisnis, Kesehatan, Pendidikan, Psikologi, Permainan dan sebagainya. Hal ini mendorong para ahli untuk semakin mengembangkan komputer agar dapat membantu kerja manusia atau bahkan melebihi kemampuan kerja manusia.
                Kecerdasan buatan atau artificial intelligence merupakan bagian dari ilmu komputer yang membuat agar mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia.
            Sistem Pakar (Expert System) adalah program berbasis pengetahuan yang menyediakan solusi-solusi dengan kualitas pakar untuk problema-problema dalam suatu domain yang spesifik.
Sistem pakar merupakan program computer yang meniru proses pemikiran dan pengetahuan pakar dalam menyelesaikan suatu masalah tertentu.
Implementasi sistem pakar banyak digunakan dalam bidang psikologi karena sistem pakar dipandang sebagai cara penyimpanan pengetahuan pakar pada bidang tertentu dalam program komputer sehingga keputusan dapat diberikan dalam melakukan penalaran secara cerdas.
Salah satu implementasi yang diterapkan sistem pakar dalam bidang psikologi, yaitu untuk sistem pakar menentukan jenis gangguan perkembangan pada anak dengan menggunakan metode Certainty Factor (CF). Sistem pakar pun dapat mendignosa penyakit tanaman padi berbasis web dengan menggunakan metode forward dan backward chaining.




1.2 TUJUAN PEMBAHASAN
1.      Untuk menyelesaikan salah satu tugas mata kuliah Pengantar Sistem Informasi Manajemen.
2.      Dapat menyelesaikan masalah dan menjawab soal dari setiap materi dengan menggunakan jurnal rancang bangun aplikasi system pakar dan sistem pakar dignosa penyakit tanaman padi berbasis web dengan forward dan backward chaining.
3.      Setelah mengetahui bagaimana cara menyelesaikan soal tersebut, diharapkan dapat mengerjakan soal-soal dari setiap materi dengan baik.
4.      Dengan  mengetahui tentang sistem informasi manajemen (SIM) maka penulis maupun pembaca dapat menambah wawasan yang menyangkut dunia manajemen.
5.      Dapat mengetahui cara kerja dari kedua jurnal tersebut pada aplikasi sistem pakar.














BAB II
PEMBAHASAN          
Soal Pertemuan 1
Jelaskan elemen-elemen, pemakai sistem, konsep sistem dan kualitas sistem pada jurnal tersebut?
Jawab

Elemen-Elemen Sistem
1.   Tujuan
a.  Agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli
b.   Dengan sistem ini, orang awam dapat menyelesaikan masalah tertentu baik‘sedikit’ rumit ataupun rumit sekalipun ‘tanpa’ bantuan para ahli dalam bidang tersebut. Sedangkan bagi para ahli, sistem ini dapat digunakan sebagai asisten yang berpengalaman.
c.  Aplikasi yang dikembangkan ini bertujuan untuk menentukan jenis gangguan perkembangan pada anak di bawah umur 10 tahun dengan hanya memperhatikan gejalagejala yang dialami yaitu dengan menggunakan metode Certanty Factor (CF).
2.      Batasan
Computer, karena computer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Atau dengan kata lain sistem pakar adalah sistem yang didesain dan diimplementasikan dengan bantuan bahasa pemrograman tertentu untuk dapat menyelesaikan masalah seperti yang dilakukan oleh para ahli.
3.      Control
Controlnya adalah System pakar. Sistem pakar (expert system) secara umum adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli.
Sistem Pakar (Expert System) adalah program berbasis pengetahuan yang menyediakan solusi-solusi dengan kualitas pakar untuk problema-problema dalam suatu domain yang spesifik.
Sistem pakar merupakan program computer yang meniru proses pemikiran dan pengetahuan pakar dalam menyelesaikan suatu masalah tertentu.
4.  Input
Masalah gangguan perkembangan pada anak.
5.   Proses
Memperhatikan gejala-gejala yang dialami. Aplikasi yang dikembangkan ini bertujuan untuk menentukan jenis gangguan perkembangan pada anak di bawah umur 10 tahun dengan hanya memperhatikan gejala-gejala yang dialami.
6.   Output
Menentukan jenis gangguan perkembangan pada anak
7.      Pemakai
Pemakainya adalah manusia. Diharapkan dengan system ini, orang awam dapat menyelesaikan masalah tertentu baik sedikit rumit atau rumit sekalipun tanpa bantuan para ahli dalam bidang tersebut.
8.      Akurat
Akurat, karena dengan menggunakan metode certainty factor, didapatkan nilai kemungkinan gangguan yang dialami pasien.
9.      Tepat Waktu
Tepat waktu, karena saat orang tua tidak mengetahui mengenai gangguan jenis yang dialami oleh anak mereka, dengan adanya aplikasi ini dapat membantu orangtua untuk menentukan jenis gangguan yang dilami oleh sang anak.
10.  Mudah Dimengerti
Mudah dimengerti, karena bahasa dan kosakata asing yang ditulis dalam jurnal ini tidak menggunakan kata yang terlalu sulit dan bahasanya mudah dipahami.






Soal Pertemuan 2
Menentukan apakah sistem informasi pada jurnal tersebut sudah komputerisasi /manual. Sebutkan dan jelaskan komponen SI tersebut?

Jawab
Sudah komputerisasi. Karena sistem pakar secara umum adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli.
Komponen SI nya itu sendiri, pengetahuan manusia diadopsi ke dalam komputer (hardware) dan membuat aplikasi sistem pakar (software) yang dapat menentukan jenis gangguan pada anak dibawah 10 tahun dengan hanya memperhatikan gejala-gejala yang dialami (procedure), sistem ini dapat membantu orang awam (people) agar mendapatkan nilai kemungkinan gangguan yang dialami anak (database).

Soal Pertemuan 3
Sebutkan dan jelaskan faktor yang menjadi bahan pertimbangan perusahaan dalam menerapkan system informasi tersebut (jurnal)

Jawab

FAKTOR YANG MENJADI BAHAN PERTIMBANGAN     
1.      RELIABILITAS SISTEM
System pakar dalam mengidentifikasi suatu gejala dapat  melakukan proses secara berulang. Perhitungan dengan menggunakan metode ini dalam sekali hitung hanya dapat mengolah dua data saja sehingga keakuratan data dapat terjaga. Dalam system pakar ini memiliki realibilitas, karena dalam pengukuran atau ketepatannya  dapat di percaya. Tetapi jika user kurang teliti dalam memilih gejala, maka sistem akan memberikan kesimpulan yang kurang benar.
2.      KEMUDAHAN
Pemakai tak mengalami banyak kesulitan untuk mengakses system. Karena yang menjalankan aplikasi system pakar ini adalah seorang pakar yang mengerti mengenai aplikasi yang dijalankannya.
Seorang pakar mempunyai pengetahuan tentang masalah yang khusus. Dalam hal ini disebut domain knowledge. Penggunaan kata ‘domain’ untuk memberikan penekanan pengetahuan pada problem yang spesifik. Pakar menyimpan domain knowledge pada Long Term Memory (LTM) atau ingatan jangka panjangnya.
Ketika pakar akan memberikan nasihat atau solusi kepada seseorang, pakar terlebih dahulu menentukan fakta-fakta dan menyimpannya ke dalam Short Term Memory (STM) atau ingatan jangka pendek. Kemudian pakar memberikan solusi tentang masalah tersebut dengan mengkombinasikan fakta-fakta pada STM dengan pengetahuan LTM. Dengan menggunakan proses ini pakar mendapatkan informasi baru dan sampai pada kesimpulan masalah.
System pakar dapat memecahkan masalah menggunakan proses yang sama dengan metode yang digunakan oleh pakar.

3.      KELUWESAN
Aplikasi system pakar ini mampu menganalisis jenis gangguan yang dialami oleh pasien berdasarkan gejala-gejala yang dimasukan oleh user . Aplikasi mampu menyimpan representasi pengetahuan pakar berdasarkan nilai kebenaran MB dan nilai ketidak benaran MD. Aplikasi system pakar ini sudah dapat menjelaskan definisi jenis gangguan perkembangan,penyebab dan pengobatannya.
Jadi system pakar ini tidak dapat diubah, karena telah menggunakan metode-metode dan aplikasi tertentu untuk dapat menentukan jenis gangguan perkembangan yang dialami oleh anak di bawah umur 10 tahun.

4.      JADWAL INSTALASI
Sistem pakar merupakan cabang dari artificial intelegent (AI) yang cukup tua karena system ini telah mulai dikembangkan pada pertengahan tahun 1960. System pakar yang muncul pertama kali adalah general-purpose problem solver (GPS) yang dikembangkan oleh newl dan simon. Sampai saat ini sudah banyak system pakar yang dibuat, seperti MYCIN, DENDRAL, XCON & XSEL, SOPHIE, Prospector, FOLIO, DELTA, dan sebagainya. System ini akan bisa dipakai apabila telah ditemukan pasien yang mengalami gangguan perkembangan pada anak.

5.      HARAPAN UMUR SISTEM
Sistem pakar itu sendiri mulai dikembangkan pada pertengahan tahun 1960, sampai sekarang system pakar ini masih digunakan. Karena belum ditemukannya ancaman untuk system pakar ini, sehingga system pakar ini belum dapat diperhitungkan sampai berapa lama system ini digunakan karena perkembangan teknologi.
6.     KEMUDAHAN DIPELIHARA
Sistem pakar memiliki dokumentasi sistem yang lengkap seperti adanya basis pengetahuan dan adanya fasilitas penalaran, system pakar dapat memberikan informasi tentang kesimpulan yang diambil. Serta  adanya control, proses mencari kesalahan dan memperbaiki solusi (debugging), diagnosa dan lain-lain.
Dalam sistem pakar, basis pengetahuan  berperan dalam proses mengumpulkan, mengorganisasikan, maupun mendapatkan kembali suatu pengetahuan. Dalam basis pengetahuan berisi pengetahuan-pengetahuan pakar berupa fakta-fakta, konsep, aturan dan prosedur. Sistem pakar pun mudah dipelihara karena adanya data , informasi, serta pengetahuan.










Soal Pertemuan 4
Latihan Sebutkan Ancaman dan keunggulan sistem informasi pada jurnal tersebut!

Jawab

Keunggulan atau kelebihan
1.      Aplikasi sistem pakar yang dibuat ini mampu menganalisis jenis gangguan perkembangan yang dialami pasien berdasarkan gejala-gejala yang dimasukkan oleh user.
2.       Aplikasi mampu menyimpan representasi pengetahuan pakar berdasarkan nilai kebenaran MB dan nilai ketidakbenaran MD.
3.      Aplikasi system pakar ini sudah dapat menjelaskan definisi jenis gangguan perkembangan, penyebab, dan pengobatannya.
4.      Aplikasi ini tentunya dapat sangat mempermudah pekerjaan psikolog dalam menganalisi suatu gangguan.
5.      Aplikasi ini mempermudah bagi orangtua yang memerlukan bantuan tentang hal-hal yang dialami oleh anak mereka. Terutama bagi orangtua tentang apa yang dialami oleh anak-anak mereka shingga tidak mengalami keterlambatan dalam memberikan pengobatan atau terapi.
6.      Metode ini cocok dipakai dalam system pakar untuk mengukur sesuatu apakah pasti atau tidak pasti dalam mendiagnosis penyakit sebagai salah satu contohnya.
7.      Perhitungan dengan menggunakan metode ini dalam sekali hitung hanya dapat mengolah dua data saja sehingga keakuratan data dapat terjaga.
8.      Memungkinkan orang awam bisa mengerjakan pekerjaan para ahli
9.      Bisa melakukan proses secara berulang secara otomatis
10.  Menyimpan pengetahuan dan keahlian para pakar
11.  Meningkatkan output dan produktivitas
12.  Meningkatkan kualitas
13.  Mampu mengambil dan melestarikan keahlian para pakar (terutama yang termasuk keahlian langka).
14.  Mampu beroperasi dalam lingkungan yang berbahaya.
15.  Memiliki kemampuan untuk mengakses pengetahuan.
16.  Memiliki reliabilitas.
17.  Meningkatkan kapabilitas system computer.
18.  Memiliki kemampuan untuk bekerja dengan informasi yang tidak lengkap dan mengandung ketidakpastian.
19.  Sebagai media pelengkap dalam pelatihan.
20.  Menigkatkan kapabilitas dalam penyelesaian masalah.
21.  Menghemat waktu dalam pengambilan keputusan.
22.  Memberikan respon (jawaban) yang cepat.
23.  System pakar dapat digunakan untuk mengakses basis data dengan cara cerdas.

Ancaman
Untuk saat ini belum ditemukan ancaman untuk aplikasi system pakar. Karena pada saat ini manusia masih menggunakan system pakar untuk mengidentifikasi masalah pada jenis gangguan yang di alami oleh manusia itu sendiri. Selain untuk mengidentifikasi berbagai jenis gangguan pada manusia dengan menggunakan metode certainty factor, system ini pun dapat mengidentifikasi jenis gangguan pada hewan, tumbuhan dan lain-lain. Sehingga manusia belum dapat mendapatkan aplikasi yang baru untuk menggantikan aplikasi system pakar ini.
System pakar ini banyak diterapkan dalam berbagai bidang, seperti dalam bidang sains, pendidikan atau ilmu pengetahuan, bisnis, pertanian, psikologi, eksplorasi alam, kesehatan. Sehingga dapat memungkinkan orang awam bisa mengerjakan pekerjaan seperti yang biasa dilakukan para ahli.


Soal Pertemuan 5
Menentukan dan menjelaskan jenis sistem informasi dilihat dari sisi penerapan IT

Jawab

Jurnal rancang bangun aplikasi system pakar termasuk dalam kategori E-learning.  Karena, system pakar merupakan salah satu bidang kecerdasan buatan (artificial inteligence), yaitu sebuah program computer yang dirancang untuk mengambil keputusan seperti keputusan yang diambil oleh seorang pakar, dimana system pakar menggunakan pengetahuan (knowledge), fakta, dan teknik berfikir dalam menyelasaikan masalah-masalah yang biasanya hnya dapat diselesaikan  oleh seorang pakar dari bidang yang bersangkutan.
Dalam pengembangan suatu system pakar, pengetahuan mungkin saja berasal dari seorang ahli, bahkan pengetahuan dapat berasal dari berbagai media seperti majalah, buku, jurnal, dan sebagainya. Semakin banyak pengetahuan yang dimasukan kedalam system pakar, maka system tersebut akan semakin baik dalam bertindak, sehingga hampir menyerupai pakar yang sebenarnya.
System pakar disusun oleh dua bagian utama, yaitu lingkungan pengembangan dan lingkungan konsultasi. Lingkungan pengembangan system pakar digunakan untuk memasukan pengetahuan pakar kedalam lingkungan system pakar, sedangkan lingkungan konsultasi digunakan oleh pengguna yang bukan pakar guna memperoleh pengetahuan pakar.
System pakar dapat diterapkan dalam berbagai bidang, seperti sains, pendidikan, kesehatan, dan sebagainya.

Soal Pertemuan 6
Latihan Menentukan teknologi pendukung, perangkat keras komunikasi dan teknik pengolahan data

Jawab

TEKNOLOGI PENDUKUNG JURNAL RANCANG BANGUN APLIKASI SISTEM  PAKAR
A.    Perangkat Keras (Hardware)
1.      Input Device                     : -
2.      Output Device                  : -
3.      Central Processing Unit (CPU)
4.      Input/Output Device         : -
5.      Memory                             : -

B.     Perangkat Lunak (Software)
1.      System Operasi                 : Certainty Factor
2.      Bahasa Pemrograman        : Mesin Inference
3.      Program Aplikasi              : -

C.     Database
1.      Database Operasional       : Anak di bawah umur 10 tahun (pasien)
2.      Database Terdistribusi      : Data pasien yang akan ditangani psikolog/ahli
3.      Database Eksternal           : IPTEK, psikologis

D.    Perangkat Keras Komunikasi
-          Half Duplex

E.     Teknik Pengolahan Data
-          On Line Processing

Soal pertemuan 9
Dilihat dari konsep CBIS sistem dalam jurnal temasuk kedalam komponen cbis yg mana ? Jelaskan!

Jawab 1
Jurnal Rancang Bangun Sistem Aplikasi Sistem Pakar untuk Menentukan Jenis Gangguan Perkembangan Apada Anak

            Didalam jurnal rancang bangun aplikasi system pakar menggunakan komponen cbis sistem pakar (ES).
Penjelasannya :
Salah satu contoh yang diterapkan didalam sistem pakar seperti dalam bidang psikologi, yaitu untuk menentukan jenis gangguan perkembangan pada anak dibawah umur 10 tahun dengan hanya memperhatikan gejala-gejala yang dialami. Dengan menggunakan metode Certanty Factor (CF), didapatkan nilai kemungkinan gangguan yang dialami pasien.
Keunggulannya, diharapkan dengan system pakar ini orang awam dapat menyelesaikan masalah tertentu baik ‘sedikit’ rumit ataupun rumit sekalipun ‘tanpa’ bantuan para ahli dalam bidang tersebut. Sedangkan keunggulan bagi para ahli, sistem ini dapat digunakan sebagai asisten yang berpengalaman.
            Kekurangannya, Daya kerja dan produktivitas manusia menjadi berkurang karena semuanya dilakukan secara otomatis oleh system, para ahli yang mengemukakan pendapatnya tidak dipublikasikan secara umum atau tidak diketahui siapa yang mengemukakan teori jurnal system pakar tersebut.
Kesimpulannya, alasan kami memilih system pakar dalam komponen cbis karena system pakar berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Artinya system pakar dapat mensubstitusikan pengetahuan manusia ke dalam bentuk sistem, sehingga dapat digunakan oleh orang banyak seperti dalam menentukan berbagai jenis gangguan atau penyakit.

Jawab 2
Sistem Pakar Dignosa Penyakit Tanaman Padi Berbasis Web Dengan Forward Dan Backward Chaining

            Didalam jurnal system pakar diagnose penyakit tanaman padi berbasis web dengan forward dan backward chaining menggunakan komponen cbis sistem pakar (ES).
Penjelasannya :
            Implementasi system pakar ini dibuat dengan berbasis web agar dapat diakses dan dimanfaatkan masyarakat luas khususnya oleh petani. Sebagai contoh dalam bidang pertanian, dapat mendiagnosa penyakit tanaman padi dengan menggunakan dua metode inferensi yaitu forward chaining dan backward chaining.
            Keunggulannya :
1.      system ini dibangun untuk menyimpan pengetahuan keahlian seorang pakar pertanian khususnya padi, sehingga system dapat dijadikan asisten pandai di bidangnya sebagai sumber pengetahuan oleh user.
2.      Pembangunan system dirancang sedemikian rupa sehingga dapat mengadopsi perkembangan penyakit penalaran
Kekurangannya:
1.      Daya kerja dan produktivitas manusia menjadi berkurang karena semuanya dilakukan secara otomatis oleh system,
2.      Para ahli yang mengemukakan pendapatnya tidak dipublikasikan secara umum atau tidak diketahui siapa yang mengemukakan teori jurnal system pakar tersebut.

            Kesimpulan nya kepakaran ditransfer dari seorang pakar ke komputer, pengetahuan yang ada disimpan dalam komputer, dan pengguna dapat berkonsultasi pada komputer itu untuk suatu nasehat, lalu komputer dapat mengambil inferensi (menyimpulkan, mendeduksi, dan lain-lain) seperti layaknya seorang pakar, kemudian menjelaskannya ke pengguna tersebut, bila perlu dengan alasan-alasannya. Jadi, system pakar dalam mendiagnosa jenis penyakit pada tanaman padi dapat membantu petani mendiagnosa penyakit dan memberikan pengetahuan tentang jenis penyakit tersebut.

           
Soal Pertemuan 10
Jelaskan pendapat kelompok tentang jurnal tersebut baik atau kurang? Jelaskan alasannya?
                       
Jawab 1
              Jurnal Rancang Bangun Sistem Aplikasi Sistem Pakar untuk Menentukan Jenis Gangguan Perkembangan Apada Anak

Pendapat kami tentang jurnal rancang bangun aplikasi system pakar ini baik, tetapi terdapat kekuranngan dalam jurnal rancang bangun aplikasi system pakar.

Alasan baik :
1. Terdapat manfaat didalam jurnal system pakar seperti dalam bidang psikologi, yaitu untuk menentukan jenis gangguan perkembangan pada anak.
 Aplikasi yang dikembangkan ini bertujuan untuk menentukan jenis gangguan perkembangan pada anak di bawah umur 10 tahun dengan hanya memperhatikan gejala-gejala yang dialami. Contoh satu bentuk gangguan perkembangan pada anak adalah conduct disorder. Conduct disorder adalah satu kelainan perilaku dimana anak sulit membedakan benar salah atau baik dan buruk, sehingga anak merasa tidak bersalah walaupun sudah berbuat kesalahan. Dampaknya akan sangat buruk bagi perkembangan sosial anak tersebut. Dengan menggunakan metode Certanty Factor (CF), didapatkan nilai Kemungkinan gangguan yang dialami pasien.

2. Sistem pakar berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli.
Aplikasi system pakar ini dapat meningkatkan produktivitas kerja, yaitu bertambahnya efisiensi pekerjaan tertentu serta hasil solusi kerja, tetapi tujuannya bukan untuk menggantikan peran manusia, tetapi untuk mensubstitusikan pengetahuan manusia ke dalam bentuk sistem, sehingga dapat digunakan oleh orang banyak.

3. Aplikasi ini baik juga digunakan oleh non pakar untuk menyelesaikan masalah tertentu baik sedikit’ rumit ataupun rumit sekalipun ‘tanpa’ bantuan para ahli dalam bidang tersebut.

Alasan kurang:
Didalam jurnal system pakar pun terdapat kekurangannya, para ahli yang mengemukakan pendapatnya tidak dipublikasikan secara umum atau tidak diketahui siapa yang mengemukakan teori jurnal system pakar tersebut. Biaya yang diperlukan untuk membuat, dan memeliharanya sangat mahal.

Jawab 2
Sistem Pakar Dignosa Penyakit Tanaman Padi Berbasis Web Dengan Forward Dan Backward Chaining       
           
Pendapat kami tentang jurnal sistem pakar dignosa penyakit tanaman padi ini baik, tetapi terdapat kekuranngan dalam jurnal rancang bangun aplikasi system pakar.

Alasan baik :
1.      Membantu petani dalam mendiagnosa penyakit tanaman padi.
2.      System pakar diagnosa penyakit tanaman padi berbasis web yang telah dikembangkan mempunyai keunggulan dalam kemudahan akses dan kemudahan pemakaian.
3.      Sebagai alat bantu untuk diagnosa penyakit tanaman padi dan dapat diakses oleh petani dimanapun juga untuk mengatasi persoalan keterbatasan jumlah pakar pertanian dalam membantu petani mendiagnosa penyakit tanaman padi.

Alasan kurang :
Didalam jurnal system pakar pun terdapat kekurangannya, para ahli yang mengemukakan pendapatnya tidak dipublikasikan secara umum atau tidak diketahui siapa yang mengemukakan teori jurnal system pakar tersebut.


Soal Pertemuan 11
Apakah pada jurnal tersebut penggunaan OA sangat diperlukan? Sebutkan dan jelaskan!
Jawab 1
Rancang Bangun Sistem Aplikasi Sistem Pakar untuk Menentukan Jenis Gangguan Perkembangan Apada Anak

Pada jurnal rancang bangun aplikasi system pakar tidak diperlukan penggunaan OA. Karena, Otomatisasi kantor (office automation/OA) memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas diantara para manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat elektronik. OA telah berkembang meliputi beragam aplikasi seperti konferensi jarak jauh, voice mail, e-mail, electronik calendaring, facsimile transmission. Dengan tujuan utama meningkatkan produktifitas mereka.
Para pengguna OA ( otomatisasi kantor ) pada umumnya adalah Manajer, Profesional, pegawai administrasi dan Sekertaris. OA di khususkan untuk semua orang yang bekerja didalam kantor.
Sedangkan system pakar bertujuan untuk menganalisis jenis gangguan penyakit misalnya untuk menentukan jenis gangguan perkembangan pada anak dibawah umur 10 tahun dengan menggunakan metode certainty factor. Implementasi system pakar banyak digunakan dalam bidang psikologi tujuannya agar mengetahui gejala-gejala yang dialami pasien. Para pengguna system pakar adalah para ahli dan Masyarakat awam non-pakar. System pakar itu sendiri merupakan program computer yang meniru proses pemikiran dan pengetahuan pakar dalam menyelesaikan suatu masalah tertentu. Oleh karena itu, didalam jurnal rancang bangun aplikasi system pakar penggunaan OA tidak diperlukan, dan sumber pengetahuan dari jurnal ini diperoleh dari pakar, buku-buku, dan e-book yang mendukung.
Jawab 2
Sistem Pakar Dignosa Penyakit Tanaman Padi Berbasis Web Dengan Forward Dan Backward Chaining                   

            Penggunaan OA pada jurnal system pakar diagnosa penyakit tanaman padi sangat diperlukan. Karena, system pakar tersebut dapat membantu petani mendiagnosa jenis penyakit pada tanaman padi.
Pembangunan system dirancang sedemikian rupa sehingga dapat mengadopsi perkembangan penyakit penalaran yang digunakan berbasis aturan (Rule Based Reasoning).  Hasil implementasi system pakar diagnosa penyakit tanaman padi dengan menggunakan metode inferensi forward chaining dan backward chaining berbasis web mempermudah untuk diakses oleh siapa saja (khususnya petani) dan dimana saja ( asalkan tersedia jaringan internet).
            Dari sisi client, halaman web dapat dibuka menggunakan berbagai macam browser (software) seperti internet eksplorer, opera, mozila firefox dan lain sebagainya. Sedangkan dari sisi server biasanya dengan meletakkan file-file ke web hosting yang mendukung bahasa PHP dan database Mysql. Aplikasi ini mudah diakses dari berbagai tempat dan di pihak pengguna tidak perlu menyediakan aplikasi khusus, hanya perlu memiliki aplikasi browser saja, yang biasanya aplikasi browser tersebut sudah ada pada waktu install sistem operasi (Windows/Linux).
Jadi, pada jurnal ini penggunaan OA sangat diperlukan misalnya untuk melihat halaman web dapat dibuka menggunakan berbagai macam browser (software) seperti internet eksplorer, opera, mozila firefox dan lain sebagainya tujuannya untuk memudahkan khususnya petani dalam mendiagnosa jenis penyakit pada tanaman padi.


Soal Pertemuan 12
Untuk yang mengambil Sistem pakar, sebutkan bagian utama sistem pakar pada jurnal tersebut?

Jawab 1
Rancang Bangun Sistem Aplikasi Sistem Pakar untuk Menentukan Jenis Gangguan Perkembangan Apada Anak

1.      USER INTERFACE
Aplikasi untuk menentukan jenis gangguan perkembangan pada anak di bawah umur 10 tahun.

2.      KNOWLEDGE BASE
a.       Analisa masalah
Pada sebagian besar kasus keterbelakangan mental , penyebabnya tidak diketahui; hanya 25% kasus yang memiliki penyebab yang spesifik biasanya mulai timbul sebelum usia 10 tahun (Maharani,2007).

3.      INFERENCE ENGINE
·         Diagnosa Keterbelakangan mental
·         Pengobatan Keterbelakangan mental
·         Pencegahan Keterbelakangan mental (Konsultasi genetic)

4.      DEVELOPMENT ENGINE
Workplace dan website
Jawab 2
Sistem Pakar Dignosa Penyakit Tanaman Padi Berbasis Web Dengan Forward Dan Backward Chaining
1.      User Interface
Tidak ada.

2.      Knowledge Base
·         Masalah
Banyak kerugian yang diakibatkan karena adanya penyakit tanaman yang terlambat untuk didiagnosis dan sudah mencapai tahap yang parah dan menyebabkan terjadinya gagal panen. Sebenarnya setiap penyakit tanaman tersebut sebelum mencapai tahap yang lebih parah dan meluas umumnya menunjukkan gejala-gejala penyakit yang diderita tetapi masih dalam tahap yang ringan dan masih sedikit. Tetapi petani sering mengabaikan hal ini karena ketidaktahuannya dan menganggap gejala tersebut sudah terbiasa terjadi pada masa tanam, sampai suatu saat timbul gejala yang sangat parah dan meluas, sehingga sudah terlambat untuk dikendalikan.
·         Penyelesaian Masalah
Untuk mengatasi semua persoalan yang dihadapi petani, pada penelitian ini dibuat suatu aplikasi system pakar yang meberikan informasi mengenai hama penyakit tanaman dan dapat mendiagnosa gejala-gejala penyakit tanaman, khususnya tanaman padi, sekaligus memberikan solusi penanggulangannya, yang nantinya dapat digunakan untuk mengurangi atau memperkecil resiko kerusakan tanaman.

3.      Inference Engine
Digunakannya dua metode inferensi yaitu forward chaining dan backward chaining, sedangkan persoalan yang dibahas mengenai penyakit tanaman padi dan gejala-gejala yang menyertainya.

User, secara spesifik petani akan memilih gejala tersebut sesuai dengan gejala-gejala yang dialami pada tanaman padi miliknya. Cara memilih adalah dengan klik pada kotak di depan kalimat tersebut, sampai muncul tanda V. Gejala yang dipilih bisa lebih dari satu disesuaikan dengan kondisi tanaman padi.
Hasil diagnosa dari system pakar berbasis web dengan metode inferensi forward chaining dan backward chaining akan dapat menampilkan nama penyakit, gejala-gejala yang menandai penyakit tersebut, penjelasan mengenai penyakit dan langkah-langkah pengendalian teknis terhadap penyakit tersebut.

4.      Development Engine
System pakar ini dibuat berbasis web dengan menggunakan PHP dan database Mysql.

BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Rancang Bangun Sistem Aplikasi Sistem Pakar untuk Menentukan Jenis Gangguan Perkembangan Apada Anak

Kelebihannya, masyarakat awam non-pakar dapat memanfaatkan keahlian di dalam bidang tertentu tanpa kesadaran langsung seorang pakar, meningkatkan produktivitas kerja, yaitu bertambahnya efisiensi pekerjaan tertentu serta hasil solusi kerja, penghematan waktu dalam menyelesaikan masalah yang kompleks, memberikan penyederhanaan solusi untuk kasus-kasus yang kompleks dan berulang-ulang, pengetahuan dari seorang pakar dapat dikombinasikan tanpa ada batas waktu, memungkinkan penggabungan berbagai bidang pengetahuan dari berbagai pakar untuk dikombinasikan. 
Kekurangannya, Daya kerja dan produktivitas manusia menjadi berkurang karena semuanya dilakukan secara otomatis oleh system, para ahli yang mengemukakan pendapatnya tidak dipublikasikan secara umum atau tidak diketahui siapa yang mengemukakan teori jurnal system pakar tersebut.

Sistem Pakar Dignosa Penyakit Tanaman Padi Berbasis Web Dengan Forward Dan Backward Chaining       

Kelebihannya, system ini dibangun untuk menyimpan pengetahuan keahlian seorang pakar pertanian khususnya padi, sehingga system dapat dijadikan asisten pandai di bidangnya sebagai sumber pengetahuan oleh user. Pembangunan system dirancang sedemikian rupa sehingga dapat mengadopsi perkembangan penyakit penalaran

Kekurangannya, daya kerja dan produktivitas manusia menjadi berkurang karena semuanya dilakukan secara otomatis oleh system. Para ahli yang mengemukakan pendapatnya tidak dipublikasikan secara umum atau tidak diketahui siapa yang mengemukakan teori jurnal system pakar tersebut.

Kesimpulan dari ke-2 jurnal tersebut yaitu sama-sama mendiagnosa suatu gangguan dengan sitem kerja memasukan dan meneliti gejala-gejala yang dialami dengan menggunakan metode yang berbeda.
Sehingga dapat disimpulkan pada jurnal rancang bangun aplikasi sistem  pakar , sistem ini berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Artinya system pakar dapat mensubstitusikan pengetahuan manusia ke dalam bentuk sistem, sehingga dapat digunakan oleh orang banyak seperti dalam menentukan berbagai jenis gangguan atau penyakit.
Sedangkan, pada jurnal sistem pakar dignosa penyakit tanaman padi dapat disimpulkan bahwa kepakaran ditransfer dari seorang pakar ke komputer, pengetahuan yang ada disimpan dalam komputer, dan pengguna dapat berkonsultasi pada komputer itu untuk suatu nasehat, lalu komputer dapat mengambil inferensi (menyimpulkan, mendeduksi, dan lain-lain) seperti layaknya seorang pakar, kemudian menjelaskannya ke pengguna tersebut, bila perlu dengan alasan-alasannya. Jadi, system pakar dalam mendiagnosa jenis penyakit pada tanaman padi dapat membantu petani mendiagnosa penyakit dan memberikan pengetahuan tentang jenis penyakit pada tanaman tersebut.


3.2 SARAN

Penulis menyadari tentang penyusunan makalah ini, tentu masih banyak kesalahan dan kekurangan.
Penulis banyak berharap para pembaca  memberikan  kritik dan saran yang membangun kepada penulis untuk menyempurnakan makalah  ini dan penulisan  makalah. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca pada umumnya.



3.3 DAFTAR PUSTAKA

RANCANG BANGUN APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK MENENTUKAN JENIS GANGGUAN PERKEMBANGAN PADA ANAK

Berndt, T. J. (1992). Child Development. New York: Brace Jovenovich College Publisher.
Dewi, F., Ir. (1999). Anak dan Lingkungan Sosialnya. Jogjakarta: Jurnal Ilmiah Psikologi. Gunawan, J., Dra. (2001). Autis. Blog Julianita Gunawan.
Jurnal. (2003) Jurnal Ilmiah Psikilogi UGM. Jogjakarta: Jurnal Psikologi.
Kusumadewi, S. (2003). Artificial Intelligence (Teknik dan Aplikasinya). Yogyakarta: Graha Ilmu.
Le Fanu, J. (2002). Deteksi Dini Gangguan Perkembangan pada Anak. London: James Le Fanu.
Maslim, R. (2002). Diagnosis Gangguan Jiwa Rujukan Ringkas dari PPDGJ. Jakarta: Rusdi Maslim.
Maharani, V. T. (2007). Keterbelakangan Mental. Blog Tanaya Maharani.
Turban, E. (1995). Decision Support and Expert System; Management Support System. Newyork: Prentice-Hall.
WHO. (1992). The ICD-10 Classification of Mental and Behavioral Disorders http://www.mentalhealth.com.


SISTEM PAKAR DIGNOSA PENYAKIT TANAMAN PADI BERBASIS WEB DENGAN FORWARD DAN BACKWARD CHAINING

[1]. Chen X., Luo Q., Jiang Y., Lv Z., and Wu S., “A WebGIS Expert System for Rice Brown Planthopper Disaster Early-Warning in China’s Shanghai”. Bioinformatics and Biomedical Engineering, ICBBE, The 2nd International Conference on, pp 2485-2488,  May 2008.
[2]. Handayani, L., Sutikno, T., “Sistem Pakar Berbasis Web Dengan Shell e2glite untuk Diagnosa Penyakit Hati”, Jurnal Telkomnika, Vol.2 No.1, pp 63-70, April 2004.
[3]. Turban E., Aronson J.E., Liang T.P., “Decision Support Systems and Intelligent Systems (Sistem Pendukung Keputusan dan Sistem Cerdas)”, Edisi 7, Jilid 2, CV.Andi Offset, Yogyakarta, 2005.
[4]. “Pedoman Deteksi Dini Serangan OPT (Penyakit Tanaman Padi”, Dirjend. Tanaman Pangan, Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, Jakarta, 2007.
[5]. “Pengenalan dan Pengendalian OPT Padi”, Dirjend. Tanaman Pangan dan Holtikultura, Direktorat Bina Perlindungan Tanaman, Jakarta, 1994.